YOKALBAR PONTIANAK -- Progres pembangunan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus berjalan.
Saat ini, proses pembongkaran bangunan lama masih berlangsung dan telah mencapai sekitar 20 persen.
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Suharyanto telah melihat langsung rencana pembangunan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalopb PB) di Kantor BPBD Kalbar, saat melakukan kunjungan kerja ke Kalbar.
Baca Juga: BPBD Kalbar Salurkan Bantuan Beras dari Ketua Komisi V DPR RI ke Tiga Kabupaten
Baca Juga: Milad HMI Ke 78, Zulfydar : Hadirkan SDM Inovatif Wujudkan Indonesia Emas 2045
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar, Ansfridus Juliardi Andjioe mengucapkan terima kasih atas dukungan BNPB.
Pusdalopb dibangun oleh BNPB dengan menggunakan anggaran BNPB sebesar Rp 1,6 miliar, supaya mempermudah komunikasi, laporan atau lainnya agar dapat berjalan lancar.
“Sehingga kita ingin menunjukan juga, bahwa BNPB juga memberikan perhatian ke BPBD Kalbar, karena selama ini kita benar-benar masif memberi data. Sehingga mereka mengapresiasi untuk memberikan bantuan berupa Pusdalops di Kalbar,”ujarnya.
Adapun fungsi pusdalops adalah untuk pendataan, pengendalian operasional tentang kebencanaan, baik bencana batingsor, karhutla, bencana hidrometeorologi, dan bencana kebakaran pemukiman yang menimbulkan bencana. Dan harus mendapat laporan yang cepat.
Kepala BNPB, Suharyanto juga meminta pengerjaan Pusdalop di Kantor BPBD Kalbar segera rampung, dan ditargetkan bisa beroperasi pada Mei 2025 mendatang.
Dalam hal ini, Ketua Satgas Informasi dan Data BPBD Kalimantan Barat, Daniel, menyampaikan bahwa proses pembangunan diperkirakan akan rampung pada Mei mendatang.
Para pekerja terus berupaya menyelesaikan pembongkaran dan melanjutkan tahap berikutnya agar target penyelesaian tepat waktu bisa tercapai.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Mekanisme Harga Gas LPG 3 Kg dari Agen Hingga Pengecer: Rp19.000 Itu Sudah Mahal
Sungguh Durhaka, Seorang Pemuda di Pontianak Tendang Ibu Sendiri Gara-gara Tak Diberi Uang
Lantamal XII Pontianak Gagalkan Penyelundupan 47 Ton Bawang, Mobil Mewah dan Motor Matic dari Malaysia
SMPN 19 Singkawang Semarakan Tahun Baru Imlek, Sajikan Hidangan Tujuh Macam Sayur
Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2025, PLN Indonesia Power UBP Singkawang Gelar Fire Drill Competition, Donor Darah Hingga Lomba Cerdas Cermat K3
BPBD Kalbar Salurkan Bantuan Beras dari Ketua Komisi V DPR RI ke Tiga Kabupaten