Merasa Tertipu Travel Umroh, Sri Rahayu Datangi Polda Kalbar

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Rabu, 12 Februari 2025 | 20:06 WIB
korban dugaan penipuan travel umroh (yokalbar )
korban dugaan penipuan travel umroh (yokalbar )

"Kami meminta kepada polisi agar segera memasang police line di kantor travel Ihyatour selama proses penyelidikan dilakukan. Penyegelan ini penting agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban," harap Gigih.

Sementara itu korban lainnya, Sahrani menceritakan, awalnya ia ditawari oleh salah satu staf Ihyatour berinisial RS untuk mendaftar umroh karena pihak perusahaan sedang memberikan promo atau harga lebih murah dengan harga Rp25 juta. Berdasarkan tawaran itu, ia bersama istrinya lalu mendaftar untuk berangkat umroh.

"Total biaya pendaftaran yang dibayarkan secara bertahap sebesar Rp50 juta," ungkap Sahroni, korban lainnya.

Sahrani menjelaskan, kemudian ia dan istrinya, pada November 2023. Maret 2024 melunasi biaya pendaftaran. Dan beberapa waktu kemudian setelah mendaftar tepatnya dua minggu sebelum jadwal keberangkatan ia dan istrinya bersama jamaah umroh lainnya mengikuti kegiatan manasik yang dilaksanakan pihak travel.

"Kami dijadwalkan berangkat umroh pada Agustus 2024," ucap Sahrani.

Namun Sahrani merasa kaget, tiba-tiba pada hari keberangkatan, pihak travel secara sepihak membatalkan keberangkatan tanpa memberikan penjelasan alasan pembatalan. Dan pembatalan keberangkatan secara sepihak dilakukan Ihyatour sebanyak tiga kali. Hingga akhirnya pada 22 September 2024 ia dan istrinya memutuskan untuk batal mengikuti umroh.

Sahrani mengungkapkan, ketika jamaah memilih mengundurkan diri untuk mengikuti umroh, pihak travel malah memotong biaya keberangkatan yang telah dibayarkan sebesar Rp3,5 juta per orang.

" Mereka menyampaikan akan mengembalikan sisa uang. Tetapi sampai sekarang mereka baru mengembalikan uang pendaftaran sebesar Rp10 juta dari total Rp50 juta yang telah dibayarkan," beber Sahrani.

Sahrani menambahkan, atas perilaku travel Ihyatour, ia jelas merasa ditipu dan dibohongi. Apa yang dilakukan Ihyatour sangat merugikan secara materi dan non materi, termasuk berita-berita yang mereka sampaikan melalui media massa karena terkesan tendensius terhadap jamaah yang menjadi korban.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X