YOKALBAR PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat meminta pemerintah desa untuk segera memperbarui data warga terdampak banjir di Desa Pancaroba dan Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang.
Hujan deras yang terus mengguyur sejak Minggu (9/3/2025) siang berpotensi memperparah kondisi banjir, dengan ketinggian air di beberapa titik jalan mencapai 100 cm.
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengungkapkan bahwa kemacetan di Jalan Trans Kalimantan masih terjadi, meskipun mulai berkurang karena kendaraan telah dialihkan melalui Sungai Pinyuh sebagai jalur alternatif.
Baca Juga: Transportasi Tersendat Akibat Banjir Pancaroba, Begini Pantauan BPBD Kalbar
Baca Juga: Mitigasi Banjir di Pancaroba dan Teluk Bakung: BPBD Kalbar Usulkan Waduk dan Pengerukan Parit
“Banjir masih merendam jalan dan berpotensi naik. Kami mengimbau masyarakat, terutama pengguna jalan, untuk tidak nekat melintas dan mencari jalur alternatif,” ujarnya.
Daniel menegaskan bahwa Pemprov Kalbar telah membahas langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi banjir di wilayah tersebut. Sementara itu, ia juga meminta kepala desa segera mengirimkan data warga terdampak kepada camat, yang nantinya akan diteruskan ke BPBD Kubu Raya dan BPBD Provinsi.
“Semakin cepat data diterima, semakin cepat pula bantuan dan langkah penanganan bisa dilakukan,” tegasnya.
BPBD Kalbar mengingatkan warga di sekitar lokasi banjir untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko yang lebih besar.
Artikel Terkait
Raperda tentang KTR, Pemberdayaan Disabilitas dan Perlindungan Anak
Mitigasi Banjir di Pancaroba dan Teluk Bakung: BPBD Kalbar Usulkan Waduk dan Pengerukan Parit
BPBD Kalbar Imbau Pengguna Jalan Gunakan Jalur Alternatif Apabila Jalur Trans Kalimantan Terendam Banjir
Ribuan Warga Terdampak Banjir Jalur Trans Kalimantan, Begini Imbauan BPBD Kalbar
Transportasi Tersendat Akibat Banjir Pancaroba, Begini Pantauan BPBD Kalbar