YOKALBAR PONTIANAK - Kericuhan terjadi di Musda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Barat ke XVI yang digelar di Hotel Aston, Kota Pontianak, Sabtu (17/5/2025) sore.
Ketegangan tersebut merupakan buntut kekecewaan sejumlah Badan Pengurus Cabang (BPC) lantaran aspirasi mereka tidak diakomodir oleh BPD HIPMI Kalbar.
"Banyak aspirasi dari BPC yang tidak terakomodir oleh BPD HIPMI Kalbar," kata Ketua BPC HIPMI Bengkayang, Irwanda.
Baca Juga: Gelar RUPST, BSI Tetapkan Dividen Total Rp1,05 Triliun dan Angkat Anggoro Eko Cahyo Sebagai Dirut
Baca Juga: Disambut Hangat Sultan Brunei, Prabowo: Rasanya Ingin Lebih Lama di Sini
Irwanda enggan merincikan aspirasi apa saja yang tak didengar oleh BPD HIPMI Kalbar, di bawah komando Ghulam Muhammad Sharon hingga berlanjut di arena Musda.
Dia juga menilai bahwa Musda kali ini dipenuhi banyak kejanggalan-kejanggalan. Salah satunya, belum dilakukan Muscab BPC HIPMI Bengkayang.
"Banyak kejanggalan dalam proses Musda tersebut. Salah satu contohnya HIPMI Cabang Bengkayang belum dilakukan musyawarah cabang," tegasnya.
Kejanggalan lainnya, BPD HIPMI Kalbar juga menahan SK serta mengubah susunan kepengurusan yang diusulkan.
Sehingga, tidak ada kepastian yang dirasakan oleh cabang-cabang tersebut.
Irwanda pun meminta peninjauan kembali proses Musda yang juga beragendakan pemilihan ketua baru tersebut. Sehingga proses demokrasi di tubuh organisasi dapat dijaga agar melahirkan pemimpin berintegritas.
"Diperlukan peninjauan kembali dari proses suksesi HIPMI Kalbar saat ini, akhirnya dihasilkan pemimpin dari kader-kader terbaik," tandasnya.
Artikel Terkait
Di Forum PUIC, Prabowo Tegaskan Komitmen Abadi Indonesia untuk Palestina
Disambut Hangat Sultan Brunei, Prabowo: Rasanya Ingin Lebih Lama di Sini
Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Singkawang Alami Penurunan
Borong Medali, SDN 04 Kemboja Tampil Gemilang di Ajang O2SN dan FLS3N 2025
Imigrasi Jaring 170 WNA dalam Operasi Wira Waspada, Berasal Dari Nigeria Hingga Pakistan