Dua Pulau Kabupaten Mempawah Masuk Kepri, Bupati Erlina Pastikan Berikan Perhatian Serius

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Jumat, 4 Juli 2025 | 18:10 WIB
Bupati Mempawah Erlina Ria Norsan  (yokalbar )
Bupati Mempawah Erlina Ria Norsan (yokalbar )

 

YOKALBAR MEMPAWAH -- Putusan Kementerian Dalam Negeri yang memasukkan dua pulau yakni pulau Pengikik Besar dan Pulau Pengikik Kecil kedalam wilayah teritorial Provinsi Kepulauan Riau membuat publik Mempawah terkejut. 

Namun bukan berarti Bupati Mempawah selaku Kepala Daerah hanya bepangku tangan, sejumlah langkah diambil untuk mencari titik terang dan menyelesaikan masalah ini.

Bupati Mempawah, Dr. Hj. Erlina, SH, MH, angkat bicara terkait status kewilayahan Pulau Pengikik Besar dan Pengikik Kecil yang belakangan kembali menjadi atensi masyarakat banyak khusunya Mempawah.

Baca Juga: Erlina Inginkan PKK Berkontribusi Mensukseskan Imunisasi

Baca Juga: Gubernur Norsan Lantik 1.220 ASN PPPK Pemprov Kalbar, Tegaskan Peran sebagai Pelayan Masyarakat

Penyelesaian masalah tersebut berada dalam ranah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, namun tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mempawah.

Kata Bupati Erlina, kedua pulau tersebut pada tahun 2014 masih termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Mempawah.

Akan tetapi pada tahun 2022, melalui Keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), wilayah itu dinyatakan masuk ke dalam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Kami ingin menyampaikan bahwa dalam proses pengalihan wilayah itu, Pemerintah Kabupaten Mempawah tidak dilibatkan dalam pembahasan. Ini tentu menjadi perhatian penting karena menyangkut kedaulatan administratif dan kepentingan masyarakat,” jelasnya, Kamis (4/7/2025).

Ia mengatakan, pihaknya akan segera menjajaki kembali permasalahan tersebut bersama DPRD Kabupaten Mempawah untuk memperjelas status kewilayahan Pulau Pengikik Besar dan Kecil. Upaya ini dilakukan agar diperoleh kejelasan hukum dan administratif yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bupati Erlina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang bersumber dari media sosial.

“Saya mengajak seluruh masyarakat agar tetap kondusif dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar. Kalau ada yang ingin tahu lebih dalam, silakan bertanya langsung ke pihak yang berkompeten. Jangan malah menyebarkan isu yang bisa meresahkan,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya ruang diskusi terbuka yang positif antara berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X