Gubernur Ria Norsan Ikut Perang Ketupat di Tayan, Dorong Pelestarian Budaya Lokal

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:36 WIB
Membaur, Gubernur Ria Norsan Ikut Perang Ketupat bersama Tokoh Kerajaan dan Warga Tayan (yokalbar)
Membaur, Gubernur Ria Norsan Ikut Perang Ketupat bersama Tokoh Kerajaan dan Warga Tayan (yokalbar)

 


YOKALBAR TAYAN - Suasana di Sungai Kapuas, Tayan, Kabupaten Sanggau Rabu (29/10/2025) siang, penuh tawa dan sorak gembira.

Beberapa kapal berisi peserta tampak saling berdekatan. Sementara ketupat melayang ke udara sebelum jatuh mengenai siapa pun yang berada di dekatnya.

Di antara mereka, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan terlihat ikut aktif melempar ketupat. Dia tertawa lepas bersama warga dan para tokoh kerajaan yang ikut serta dalam tradisi Perang Ketupat.

Baca Juga: Trabas Wisata Singkawang Hebat Gasspoll Dalam Rangka Gebyar Peringatan Hari Jadi ke-24 Pembentukan Kota Singkawang

Baca Juga: Pemerintah Kota Singkawang Mengucapkan Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Tradisi yang menjadi bagian dari agenda Mande Bedel Keraja ini digelar oleh Keraton Pakunegara Tayan dan dipimpin langsung oleh Raja Tayan, Gusti Yusri.

Ritual budaya ini diikuti para raja dan sultan se-Kalimantan Barat serta perwakilan Forum Silaturahmi Kerajaan Nusantara (FSKN).

Tanpa jarak, Ria Norsan berdiri di atas kapal bersama sejumlah tokoh. Dengan ketupat di tangan, dia beberapa kali melempar ke arah peserta lain.

Warga pun bersorak saat melihat orang nomor satu di Kalbar itu ikut terkena lemparan ketupat.

“Tradisi seperti ini seru. Bukan hanya melestarikan budaya, tapi juga mempererat hubungan antar warga,” ujar Ria Norsan.

Norsan menyebut perang ketupat sebagai simbol kebersamaan yang mencerminkan karakter masyarakat Kalbar yang rukun dan terbuka.

Dia pun menegaskan, tradisi dan budaya memang harus terus dilestarikan sebagai pondasi penting bagi pembangunan yang bermartabat.

Menurutnya, Pemprov Kalbar terus berkomitmen untuk mendukung kegiatan kebudayaan yang berakar pada nilai-nilai lokal, seperti tradisi Perang Ketupat di Tayan ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X