Gubernur Ria Norsan Ikut Perang Ketupat di Tayan, Dorong Pelestarian Budaya Lokal

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:36 WIB
Membaur, Gubernur Ria Norsan Ikut Perang Ketupat bersama Tokoh Kerajaan dan Warga Tayan (yokalbar)
Membaur, Gubernur Ria Norsan Ikut Perang Ketupat bersama Tokoh Kerajaan dan Warga Tayan (yokalbar)

“Pelestarian budaya adalah bagian dari identitas daerah dan kekuatan sosial yang harus dijaga. Melalui agenda seperti ini, kita tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata berbasis kearifan lokal,” ujarnya.

Gubernur menegaskan bahwa Kecamatan Tayan, dengan tradisi Mande Bedel Keraja dan Perang Ketupat, ditetapkan sebagai simpul strategis dalam koridor budaya Kalimantan Barat.

Untuk itu, Pemprov mengajak Pemkab Sanggau untuk berkomitmen pada empat hal utama yakni, penguatan infrastruktur dan aksesibilitas wisata, termasuk revitalisasi kawasan keraton, mendorong digitalisasi promosi budaya, memberdayakan pelaku UMKM dan komunitas adat serta mengintegrasikan Festival Budaya ke dalam Kalender Pariwisata Provinsi.

Dalam tradisi Perang Ketupat, warga saling melempar ketupat yang telah disiapkan oleh panitia sebagai simbol kebersamaan dan penghapusan dosa serta rasa iri antar sesama.

Selain itu, terdapat pula ritual memandikan barang pusaka di atas kapal di Sungai Kapuas, yang melambangkan penyucian dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Agenda yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh ratusan warga dari berbagai daerah di sekitar Sanggau dan Tayan. Mereka tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang unik di Kalbar," kata Norsan.

Tradisi semacam ini, diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai agenda tahunan yang mempererat hubungan sosial sekaligus promosi potensi budaya dan pariwisata di Tayan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X