Dengan adanya keberagaman suku, budaya, dan agama adalah anugerah yang harus disyukuri, bukan dijadikan sumber pertentangan.
“Kita tidak pernah bisa memilih akan lahir sebagai suku apa, agama apa. Semua itu adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa, maka keberagaman harus kita syukuri sebagai keindahan,” ucapnya.
Diakhir sambutannya, Wagub juga menegaskan sikap tegas pemerintah dalam menjaga kondusifitas daerah.
“Ceramah keagamaan apa pun yang sifatnya rohani, saya dukung dan saya lindungi. Saya tidak ingin ada konflik sekecil apa pun di Kalbar. Saya tidak mentoleransi kelompok manapun yang berpotensi memicu konflik,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum JKSN menyampaikan bahwa pesantren sejak masa penjajahan telah menjadi pusat pergerakan dan perjuangan bangsa, serta memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
“Pentingnya transformasi peran pesantren dalam melahirkan empat pilar bangsa, yakni ulama dan ilmuwan, birokrat yang adil, pelaku usaha yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, serta profesional berkualitas dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua JKSN Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalbar terhadap JKSN Kalbar yang akan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal program pembangunan agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“JKSN Kalbar tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi siap berkomitmen menjadi mitra pemerintah yang transparan, akuntabel, dan profesional demi kemaslahatan masyarakat,” tutupnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pesantren, tokoh agama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, toleransi, serta membangun Kalbar yang damai, harmonis, dan berkeadilan.