Distribusi Perdana MBG Ramadan Tuai Kritik, Korwil SPPG Sambas Berikan Penjelasan

photo author
Turnado, YoKalbar
- Rabu, 25 Februari 2026 | 23:29 WIB
Korwil SPPG Sambas
Korwil SPPG Sambas

YOKALBAR, Sambas Pelaksanaan distribusi perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Kabupaten Sambas menuai sejumlah kritik dari masyarakat dan orang tua siswa. Kritik tersebut muncul terkait teknis pembagian, waktu pendistribusian, hingga jenis menu yang dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan saat berpuasa.

Program MBG yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beberapa sekolah dasar dan menengah tetap dilaksanakan selama Ramadan dengan penyesuaian sistem distribusi.

Namun pada hari pertama pelaksanaan, sejumlah wali murid menyampaikan keluhan karena pembagian dinilai kurang tertib dan informasi yang diterima belum merata.

Baca Juga: Usai Tertangkap Kamera hingga Diduga Aniaya Pacarnya, Pria di Bandung Bikin Video Permintaan Maaf ke Korban

Beberapa orang tua mengaku bingung dengan jadwal pengambilan makanan. Ada pula yang menilai menu yang dibagikan kurang variatif dan belum sepenuhnya menyesuaikan dengan kondisi siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sambas, Ahmad Fauzi, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa distribusi perdana memang masih dalam tahap penyesuaian teknis di lapangan.

“Kami akui hari pertama masih ada kendala, terutama dalam hal koordinasi dan penyampaian informasi. Namun secara umum program tetap berjalan sesuai prosedur,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/2).

Menurutnya, selama Ramadan mekanisme pembagian dilakukan dengan sistem dibawa pulang (take home), sehingga siswa dapat mengonsumsi makanan saat waktu berbuka.

Menu juga telah disesuaikan dengan standar gizi yang ditetapkan, termasuk memperhatikan daya tahan makanan hingga waktu berbuka.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi bersama kepala sekolah dan pihak terkait guna memperbaiki teknis distribusi ke depannya. “Kami terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Tujuan utama program ini adalah memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang baik, meskipun sedang berpuasa,” tambahnya.

Pemerintah daerah juga memastikan pengawasan terhadap kualitas makanan dan proses distribusi terus dilakukan agar program MBG dapat berjalan optimal selama Ramadan.

Masyarakat berharap evaluasi segera dilakukan sehingga program yang bertujuan meningkatkan gizi siswa tersebut benar-benar memberikan manfaat tanpa menimbulkan polemik di tengah bulan suci.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X