YOKALBAR - Sebanyak 11 warga asal Kota Singkawang dikabarkan mendapat perlakuan kasar di Myanmar.
Hal ini diungkap Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang, Sumastro saat sambutan program Balik Mudik Presisi 2023 di Kantor Wali Kota Singkawang.
Berdasarkan informasi yang ia terima, 11 warga asal Singkawang yang jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini disiksa oleh majikan mereka.
Baca Juga: Mantan Pemilik Lahan Klarifikasi Isu Penyerobotan Lahan di Sagatani Singkawang
Bahkan, salah satu dari mereka dianiaya hingga disetrum oleh majikannya.
Sumastro mengatakan, Pemerintah Kota Singkawang tengah berusaha memulangkan ke-11 warga Kota Singkawang ini.
"Mendapat informasi tersebut, upaya yang bisa dilakukan Pemkot Singkawang adalah membangun komunikasi mengingat aksesnya sangat terbatas," ungkap Sumastro.
Sumastro berharap, pihak keluarga tetap tenang.
Karena Pemkot Singkawang tidak akan diam menyikapi hal ini.
Selain itu, menurutnya, kejadian ini bukanlah yang pertama kali dialami TKI yang bekerja di luar negeri.
Baca Juga: Detik-detik Mencekam Meluapnya Sungai di Batu Joto Sekadau, Wisatawan Terjebak Diantara Arus Deras
Sehingga dia berharap, warga Singkawang yang mencari pekerjaan di luar negeri harus lebih berhati-hati.
"Jangan mudah tergiur dengan gaji yang tinggi dan sebagainya. Kecuali sudah ada PJTKI yang betul-betul resmi atau legal dan siap bertanggungjawab dalam hal memberikan perlindungan dan sebagainya," pesannya.
Artikel Terkait
Selamat Hari Raya Idul Fitri dari Perumda AMGP Kota Singkawang
289 Napi di Lapas Singkawang Dapat Remisi, 1 Diantaranya Bebas
Ditinggal Lebaran ke Pontianak, Rumah 2 Lantai di Singkawang Ludes Terbakar
Dijemput Langsung Kapolda Kalbar, 108 Peserta Balik Mudik Presisi Asal Singkawang dan Sambas Antusias
Mantan Pemilik Lahan Klarifikasi Isu Penyerobotan Lahan di Sagatani Singkawang