Sebuah Tulisan dari Anggota PPS Singkawang 'Pantarlih dan E-Coklit Data Pemilih Pemilu 2024'

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Jumat, 28 April 2023 | 14:23 WIB
Ena Ayu Anggota PPS Singkawang (Yokalbar)
Ena Ayu Anggota PPS Singkawang (Yokalbar)

E-coklit adalah sebuah aplikasi yang akan mendata daftar pemilih pemilu 2024 secara online. Aplikasi e-coklit resmi digunakan dalam melakukan pencocokkan serta penelitian daftar pemilih yang akan dilakukan Pantarlih.

Aplikasi ini merupakan alat penunjang untuk memasukkan data, yang kemudian bisa langsung mencocokkan serta meneliti data-data pemilih.

Sehingga, tugas Pantarlih bisa lebih efisien dan mudah. Aplikasi e-coklit juga bisa digunakan untuk mengontrol Pantarlih yang dilakukan oleh PPS.

Sebagaimana kebanyakan aplikasi online pada umumnya, aplikasi e-coklit memang membantu proses pemutakhiran data pemilih dalam sinkronisasi secara langsung ke sidalih.

E-coklit merupakan aplikasi yang tidak wajib digunakan oleh seluruh penyelenggara pemilu.

Baca Juga: Agendakan Gelar Salat Ied Perdana, Di Markas 1001 Kubah

Dikarenakan terkendala oleh jaringan internet yang digunakan pada saat e-coklit khususnya untuk daerah-daerah yang masih mengalami kendala dalam jaringan internet. Tidak hanya itu, aplikasi e-coklit hanya bisa dilakukan dengan satu aplikasi satu akun, jadi satu pantarlih hanya bisa membuat satu akun dalam satu device bahkan aplikasi ini hanya bisa diinstal di handphone android dengan tipe tertentu.

Meskipun e-coklit dikatakan sebagai alat bantu dalam pemutakhiran data pemilih, penggunaan aplikasi ini tidak lepas dari beberapa kendala.

Salah satunya adalah Sebagian Pantralih yang direkrut oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) belum melek teknologi bahkan ada yang tidak menggunakan handphone berbasis android.

Pantarlih yang belum melek teknologi menganggap bahwa aplikasi e-coklit adalah aplikasi yang rumit, tidak efektif dan tidak efisien dikarenakan Pantarlih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menggunakan atau login ke aplikasi tersebut jika tanpa bantuan orang lain bahkan harus menggunakan alat teknologi yang tidak familiar terhadap Pantarlih.

Selain belum melek terhadap teknologi, kendala ini di picu oleh faktor usia dan kemampuan Pantarlih dalam mengikuti arus informasi pengunaan e-coklit.

Usia yang sudah sepuh menimbulkan banyak keterbatasan sehingga akan mengalami kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi e-coklit  ini.

Namun berbanding terbalik dengan pantarlih yang sudah melek teknologi, biasanya hal ini bisa dilihat dikalangan anak-anak muda yang sudah banyak menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Tradisi Ziarah Kubur di Sambas Kalbar Budayanya Masih Awet

Mengakes aplikasi online bukan hal yang sulit dilakukan bagi Pantarlih yang sudah terbiasa dengan teknologi bahkan bagi mereka aplikasi e-coklit sangat mempermudah, efisien dan efektif dalam melakukan pemutakhiran data pemilih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X