Buka Pekan Gawai Dayak Provinsi Kalbar, Gubernur : Hilangkan Sekat-sekat Perbedaan

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Senin, 22 Mei 2023 | 17:03 WIB
Gubernur Buka Pekan Gawai Dayak (yokalbar)
Gubernur Buka Pekan Gawai Dayak (yokalbar)

YOKALBAR -- Dengan dipukulnya kangkuang oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.Hm., M.Hum. secara resmi membuka Pekan Gawai Dayak Provinsi Kalimantan Barat ke - 37 Tahun 2023.

 

Pembukaan ini dihadiri Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Marthin Billa beserta jajaran, beberapa anggota DPR RI Dapil Kalbar, Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes. beberapa Kepala Daerah Kabupaten/Kota di Kalbar, serta tamu undangan yang berasal dari masyarakat lokal hingga wisatawan nasional juga wisatawan mancanegara yang memenuhi kawasan di Rumah Radakng Pontianak, Sabtu (20 Mei 2023).

Gubernur Kalbar menyampaikan, pekan Gawai Dayak perlu dikembangkan dengan membuat video yang bagus sebagai sarana promosi keunikan budaya dari etnis dan menampilkan berbagai ragam budaya serta keunikan alam yang ada Kalimantan Barat.

Baca Juga: Jadwal Gawe Dayak Naik Dango Singkawang

Baca Juga: Soal IKM Kelas 4 SD Mapel PJOK Semester 2

 

"Saya rasa potensi daerah kita ini yang bisa dijual (memiliki value) yaitu budaya. Budaya itu bisa menjaring wisatawan - wisatawan dari luar. Tadi kita lihat banyak sekali yang hadir dari Malaysia dan sebagainya, ini juga bisa diikuti oleh etnis-etnis yang lain untuk melaksanakan hal seperti Gawai Dayak ini," harapnya.

Tak hanya itu, Orang nomor satu di Kalimantan Barat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan.

"Gunakan itu untuk merajut persatuan demi kemajuan Kalimantan Barat kedepannya. Saya yakin Kalbar ini bisa menjadi Provinsi yang paling maju nanti di Kalimantan, Percaya omongan saya:, ujarnya.

Hal ini karena menurutnya Sumber Daya Alam kalbar saat ini masih sangat besar, sementara daerah-daerah lain sudah banyak yang habis. Oleh karenanya ia menilai, untuk mengelola sumber daya alam yang besar tersebut harus memiliki sumber daya manusia yang handal.

"Tapi Kalbar baru mulai beberapa tahun yang lalu, bukan berarti kita sembrono. Makanya ketika Presiden membatasi ekspor bahan tambang mentah saya sangat setuju supaya Kalimantan Barat ini masih ada yang bisa dinikmati oleh anak cucu kita kedepan dan yang paling penting, jangan kita membanggakan," katanya.

Baca Juga: Media Online Sebar Hoax Soal Tjhai Chui Mie, Tokoh Pemuda Singkawang Dorong Segera Ambil Langkah Hukum

"Banyaknya sumber daya alam tetapi kita harus meningkatkan sumber daya manusia. Jangan pernah kita menjadi penonton ketika sumber daya alam kita dieksploitasi atau tereksploitasi kita cuma menjadi penonton, generasi muda kita harus bisa menjadi pelaku dalam meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam yang ada," harapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Sumber: Kalbarprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X