YOKALBAR - Mahasiswa magang dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Pertanian melaksanakan kegiatan pengenalan praktek lapang di demplot pengelolaan lahan gambut untuk budidaya kacang edamame dan perubahan iklim di Desa Sungai Selamat, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mahasiswa dalam upaya pemanfaatan lahan gambut yang berkelanjutan sekaligus peningkatan ketahanan pangan di daerah tersebut.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa didampingi oleh pamong/mentor dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Kelompok Tani Budidaya Edamame, serta perwakilan dari Himpunan Alumni IPB.
Baca Juga: Komisi Informasi Keluarkan Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Pemilu dan Pemilih
Para mahasiswa bersama-sama belajar mengelola lahan gambut dengan menggunakan teknik-teknik modern yang ramah lingkungan untuk budidaya kacang edamame.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam pengelolaan lahan gambut yang berpotensi besar untuk dikembangkan di masa depan.
Selain itu, demplot ini juga diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan lahan gambut yang dapat menekan emisi karbon dan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, yang sejalan dengan agenda nasional dan internasional dalam menghadapi isu perubahan iklim.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Herti Herawati menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan pihak-pihak yang terlibat atas inisiatif dan kerja keras mereka.
Baca Juga: Peserta FGD KI Kalbar Beri Masukan Tentang Keterbukaan Informasi Publik
“Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Budidaya Edamame, Broto mengungkapkan harapannya agar program ini terus berlanjut.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, pendampingan dan pengetahuan serta inovasi dan tukar menukar pengalaman antara petani dan mahasiswa dapat memberikan pengalaman baru dalam bertani dan diharapkan pada akhirnya dapat meningkatkan produksi hasil pertanian,” katanya. (*)