YOKALBAR Kubu Raya– Dalam acara perayaan Imlek bertema Merajut Keberagaman Menuju Kemajuan Kalimantan Barat yang digelar di Qubu Resort, Gubernur Terpilih Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan adat-istiadat di Kalbar.
“Saya ingin bagaimana kita yang berbeda suku, berbeda agama, berbeda adat-istiadat ini bersatu untuk bersama-sama membangun Kalimantan Barat. Itu ajakan saya kepada seluruh suku dan etnis yang ada di Kalbar,” kata Norsan, 9 Februari 2025.
Selain itu, Norsan juga menyoroti perayaan Cap Go Meh yang telah menjadi bagian dari kalender nasional.
Ia melihat festival ini sebagai peluang untuk menarik wisatawan, terutama dari mancanegara.
Baca Juga: Progres Pembangunan Pusdalop BPBD Kalimantan Barat Capai 20 Persen
Baca Juga: SMPN 19 Singkawang Semarakan Tahun Baru Imlek, Sajikan Hidangan Tujuh Macam Sayur
“Cap Go Meh ini sudah masuk dalam kalender nasional. Kita ingin menjadikannya sebagai ajang yang bisa mengundang turis mancanegara ke Kalimantan Barat. Walaupun ada atraksi yang terkesan seram, justru itu yang menarik bagi wisatawan, karena mereka belum pernah melihat hal seperti ini, seperti lidah yang dipotong atau dicocok tawar,” tambahnya.
Terkait penyelenggaraan berbagai acara budaya, Norsan menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan. Ia berharap panitia acara dapat melibatkan berbagai etnis sebagai simbol persatuan.
“Kalau bisa, panitianya bergabung dari berbagai etnis, seperti Melayu, Dayak, dan lainnya. Kita sudah punya Perkumpulan Merah Putih yang terdiri dari 23 etnis. Ini supaya persatuan kita semakin kuat,” tutupnya.
Acara perayaan Imlek ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, pemuka agama, serta perwakilan etnis di Kalbar. Dengan ajakan tersebut, Norsan berharap Kalimantan Barat semakin dikenal sebagai wilayah yang harmonis, berbudaya, dan memiliki daya tarik wisata yang kuat.