"Jangan sampai ini terus terjadi. Ingat, pers memiliki kode etik. Jadi jangan takut. Kalau ada yang seperti ini, laporkan ke Dewan Pers atau polisi," kata Agung Dharmajaya, saat membawakan materi pada Lokakarya Jurnalistik yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupapten Gresik Asosiasi Kepala Desa (AKD) Gresik di Aston Inn, Senin (8/8/2022) seperti dilansir dari Inews.
Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra, mengingatkan agar dalam bekerja media menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Ia juga berpesan supaya pers bertanggung jawab serta bekerja dengan mengedepankan integritas.
Pandangan itu ia kemukakan dalam literasi media dan seminar sehari tentang “Membedakan Media Profesional Dengan Media Abal-Abal di Tanah Datar". Acara yang digelar di Tanah Datar, Sumatra Barat, pada Senin 12 September 2022 itu dihadiri sekitar 300 peserta seperti yang dilansir dari website Dewan Pers.
Prof Azra menuturkan, media abal-abal sering melakukan tindakan tidak terpuji. Ia mengimbau media seperti itu tak dilayani.
“Mereka tidak menggunakan KEJ sebagai rujukan. Mereka sering menakut-nakuti. Ini bahaya dan jangan layani mereka," ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk membantu pers supaya bisa lebih baik lagi. Menurut dia, selayaknya masyarakat menerima media yang sudah tersertifikasi, berbadan hukum, dan berintegritas.