YOKALBAR - Dalam menghadapi tantangan krisis pangan dan dampak yang diakibatkan oleh fenomena El Nino, Inspektur Jenderal (Irjen) dari Kementerian Pertanian (Kementan), yakni Jan S. Maringka, telah mengambil langkah untuk mengajak semua pihak bergabung dalam upaya memperkuat sektor pertanian dan mencapai kedaulatan pangan.
Upaya ini diwujudkan melalui serangkaian dialog dan kegiatan yang dilakukan di Kalimantan Barat, termasuk Dialog Ketahanan Pangan di Singkawang dan dialog Jaga Pangan di Kota Pontianak.
Menyongsong Kedaulatan Pangan
Dalam rangkaian dialog dan kegiatan tersebut, Irjen Kementan berbagi serangkaian langkah antisipatif yang diambil oleh Kementerian Pertanian untuk mengatasi krisis pangan dan dampak El Nino.
Langkah-langkah ini melibatkan penyediaan sumber air irigasi, distribusi benih unggul, pendistribusian pupuk, gerakan menanam tanaman pangan, penanganan kekeringan, dan pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Semua langkah ini dilakukan bekerja sama dengan para tokoh masyarakat, agama, media, serta perguruan tinggi.
Baca Juga: Cegah Karhutla di Perbatasan, Karantina Entikong Ambil Bagian di Rakor Anti Karhutla
Baca Juga: Baru Sembuh Cedera, Thomas Doll Bawa Hansamu Yama ke Markas Dewa United
Dalam menghadapi ancaman perubahan iklim seperti El Nino, Jan Maringka menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah melaksanakan mitigasi dengan memulai "Gerakan Nasional Penanganan Dampak El Nino" di 10 provinsi dan 100 kabupaten dengan total luas lahan mencapai 500 ribu hektar.
Langkah-langkah ini mencakup penyediaan air irigasi, distribusi benih, pendistribusian pupuk, gerakan menanam tanaman pangan, penanganan kekeringan, dan pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Dukungan untuk Pertanian di Kalimantan Barat
Selain berbicara dan berdialog, Jan S. Maringka juga terlibat dalam kegiatan nyata seperti penyerahan bibit tanaman di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Singkawang dan Sambas.
Irjen Kementan juga melaksanakan kunjungan ke sentra produksi komoditas unggulan di daerah perbatasan serta mengambil bagian dalam proses panen buah jeruk dan alpukat. Kawasan ini memiliki peran penting dalam mendukung ekspor komoditas pertanian melalui perbatasan.
Irjen Kementan juga mengajak para petani untuk terus meningkatkan produksi komoditas pertanian unggulan, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kedaulatan pangan di Kalimantan Barat.
Baca Juga: Jan Maringka : Manisnya Jeruk Sambas Tidak Kalah dari Jeruk Luar Negeri
Dalam pandangannya, daerah perbatasan seperti Kabupaten Singkawang dan Sambas membutuhkan perhatian khusus untuk memperkuat ketahanan pangan dan akhirnya mencapai kedaulatan pangan.