Ndasmu !!! Hangat Di Bincangkan Di Medsos, Ini Artinya

photo author
Turnado, YoKalbar
- Selasa, 19 Desember 2023 | 19:10 WIB
Kata "ndasmu etik" menjadi perbincangan hangat setelah diungkapkan oleh calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto.  ((Freepik.com//@drobotdean) )
Kata "ndasmu etik" menjadi perbincangan hangat setelah diungkapkan oleh calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto. ((Freepik.com//@drobotdean) )

Yokalbar - Viral Kata "ndasmu etik" menjadi perbincangan hangat setelah diungkapkan oleh calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Kejadian ini dimulai dari video pernyataan Prabowo saat menghadiri acara internal Partai Gerindra.

Dalam video yang viral itu, Prabowo mengatakan, "Bagaimana perasaan Mas Prabowo soal etik? etik, etik, etik. Ndasmu etik (etik kepalamu)."

Baca Juga: Kronologis Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba Terjerat Kasus Korupsi

Ucapan "ndasmu etik" disebut-sebut sebagai tanggapan terhadap pertanyaan capres nomor urut 1, Anies Baswedan, yang menyinggung soal etika dalam debat capres pada Selasa (12/12/2023).

Prabowo menyatakan bahwa ucapan tersebut merupakan bagian dari percakapan di lingkungan keluarga atau internal Partai Gerindra. "Itu di antara keluarga kita bicara dan itu kan bicara orang Banyumas, biasa saja bicara-bicara begitu," tutur Prabowo.

Ia juga berharap agar perkataan "ndasmu etik" tidak terlalu dipermasalahkan oleh media.

Namun, apa sebenarnya makna dari kata "ndasmu etik" menurut penafsiran dan konotasi kata tersebut?

Menurut ahli filologi bahasa Jawa dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Supardjo, kata "ndas" memiliki arti kepala dalam bahasa Jawa. "Iya, kata 'ndas' artinya kepala," ungkapnya.

Supardjo menjelaskan bahwa dalam bahasa Jawa, kata-kata digunakan sesuai dengan tingkatan sopan santun saat berbicara dengan orang lain.

"Ndas" merupakan kata dalam bahasa Jawa ngoko yang merupakan tingkatan paling rendah. Sedangkan, kepala di tingkat kedua disebut "sirah" dalam bahasa Jawa krama, dan di tingkat tertinggi, atau bahasa Jawa krama inggil, kepala bisa disebut "mustaka".

Penggunaan "ndas" dalam bahasa Jawa ngoko, menurut Supardjo, umumnya digunakan untuk merujuk kepada hewan, anak-anak, atau orang yang lebih muda.

Sementara kata-kata dalam bahasa Jawa krama dan krama inggil dipakai kepada orang yang lebih tua.

Baca Juga: APK Caleg Langgar Aturan Ditertibkan Bawaslu Singkawang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X