“Langkah-langkah ini bertujuan untuk memberi kenyamanan dan keamanan bagi mereka,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, imbuh Bagus, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo juga berhasil bernegosiasi dengan Pemerintah UEA tentang pengadaan kotak infak QRIS untuk berinfak secara konvensional dan digital.
“Sebelumnya, Pemerintah UEA menolak dan menekankan bahwa masjid ini harus memberi, bukan menerima. Tetapi kami meyakinkan mereka bahwa kotak infak itu justru adalah layanan yang disediakan kepada jemaah yang gemar untuk bersedekah,” tuturnya.
Dana infak tersebut, lanjutnya, dikelola melalui Unit Pengelola Zakat dari BAZNAS provinsi, dan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui program-program pemberdayaan seperti TPA, pengajian kitab, dan pembagian takjil gratis kepada masyarakat.
“Dengan inovasi-inovasi ini, kami berharap, masjid ini dapat menjadi teladan bagi masjid-masjid lainnya, tidak hanya dalam hal keberagaman, tetapi juga dalam pemanfaatan teknologi untuk memperluas pelayanan kepada umat,” tandasnya.
Sebagai informasi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solo menginformasikan sepanjang tahun 2023, tercatat jumlah wisawatan yang berkunjung di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo mencapai tiga juta orang lebih setelah dibuka secara resmi pada Maret 2023 dan berkontribusi paling tinggi di sektor pariwisata.
Artikel Terkait
TERUNGKAP - Ini Alasan Babysister Aniaya Anak Emy Aghnia Punjabi
1000 Pil T-Rex Disita Polisi Usai Berhasil Bekuk Pengedar di Situbondo
Paus Fransiskus Akan Kunjungi Indonesia
Ground Breaking Gedung Asrama Haji di Pontianak
Malam yang Keutamaannya Lebih Baik dari 1000 Bulan, Ayo Songsong Lailatul Qadar