“Itu tidak benar. Saya minta maaf karena sebagai menteri saya harus fair, itu kesalahan saya,” imbuhnya.
Mama juga menegaskan bahwa tujuan utama Kementerian UMKM adalah memperkuat daya saing produk lokal agar tidak kalah dengan produk impor. Karena itu, Maman mendorong pelaku UMKM agar terus berinovasi, bukan sekadar meniru.
“Yang penting penekanannya bukan di imitasi, tapi pada transformasi, dari produk tiruan menjadi produk yang berkualitas dan orisinal,” ujar Maman.
Menuai Kritik Setelah Ucapan Viral
Sebelumnya, Maman sempat menuai sorotan setelah dalam sebuah wawancara mengusulkan agar pelaku UMKM meniru produk luar dengan nama plesetan.
Ia mencontohkan, ‘Louis Vuitong’ atau ‘Gucco’ sebagai cara agar produk lokal tetap punya nilai jual, namun disampaikan dalam konteks yang menimbulkan tafsir keliru.
Ia menegaskan, semangat dari pernyataan itu adalah mendorong kreativitas dan keberanian UMKM untuk bersaing, bukan meniru produk ilegal.
“Ini bukan barang replika. Ini tentang bagaimana kita membangun kreativitas dan strategi bisnis supaya tidak kalah dengan produk impor,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Polemik Kelangkaan Stok BBM SPBU Swasta Masih Terjadi, Pertamina Sebut Tak Ambil Keuntungan
Pemerintah Wacanakan 100 Ribu Kuota Magang Bergaji, Mampukah Serap Tenaga Muda?
Wacana Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan: Antara Solusi Kemanusiaan dan Risiko Keuangan Negara
Menilik Hitungan Penyerapan Anggaran MBG Menurut Kepala BGN, Optimis Bakal Tak Ada Dana Nganggur
Investigasi Menyeluruh Kasus Keracunan MBG: 70 Kasus Keracunan Dilaporkan Terjadi di Daerah pada Sepanjang Tahun 2025