“Saya bisa mengatakan seharusnya Sekretariat Wapres bisa, karena saat di Kementerian dulu setiap awal bulan selalu saya minta jadwal acara dari Sesmen (sekretariat kementerian),” ucap Roy Suryo.
“Kenapa per bulan, karena kalau ada acara di luar kota atau di luar negeri ya kita pilih datang atau enggak. Jangan sampai acara yang ecek-ecek kita datangi,” terangnya.
Sorotan kemudian ditujukan kepada alokasi anggaran yang digunakan untuk mendukung kehadiran Wapres dalam sebuah acara.
“Ini pakai uang rakyat, Wapres datang ke situ pasti pengamanannya, protokolnya belum paspampres pasti ada biaya penyelenggaraan, mendatangkan orang juga,” paparnya.
Meski deretan jadwal acara sudah dibuat oleh Setwapres, menurut Roy Suryo pilihan terakhir pada Gibran untuk memutuskan hadir atau tidak.
“Jadwal itu akhirnya pilihan di tangan dia (Gibran), dia mau dateng ke yang mana. Jadi, kan nggak mungkin itu di luar pengetahuan dia, pasti Setwapres sudah mengatur sedemikian detail, proper, terstruktur,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Penggelapan Dana di Balik Konser TWICE 2023, Direktur Mecimapro Fransiska Melani Jadi Tersangka
Bahlil Ungkap Hasil Sidak SPBU di Malang Setelah Ramai Keluhan Motor ‘Brebet’ usai Isi Pertalite
Tebu Jadi Prioritas Pabrik Bahan Baku Etanol, Bakal Digunakan untuk Penuhi Kebutuhan Gula Nasional dan Rencana Campuran BBM E10
Kini Terlilit Utang Rp116 Triliun, Mahfud MD Ingatkan soal Whoosh Sebagai Proyek yang Sudah Disiapkan Sejak 2015
Soal Peran Tim Koordinasi MBG Bentukan Prabowo, Mensesneg: untuk Membantu Badan Gizi Nasional