Sebanyak lebih dari 1.200 personel sudah diterjunkan untuk pencarian dan evakuasi di kawasan Gunung Bulusaraung.
“Dalam kurun waktu golden time ini, kita mengharapkan ada keajaiban dan juga tim SAR mampu menemukan seluruh korban,” ucap Syafii dalam konferensi pers di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep pada Senin, 19 Januari 2026.
“Karena kami yakini bahwa kepastian itu hanya milik Tuhan. Selama kita belum benar-benar menemukan, kita pasti akan mengejar dalam kurun waktu yang ada,” tambahnya.
Golden time merupakan periode waktu kritis dalam tindakan penyelamatan yang umumnya sekitar 72 jam atau 3 hari pertama setelah kejadian.
Pencarian Korban Sempat Terkendala Cuaca
Syafii juga menyebut ada kendala cuaca hingga medan selama proses pencarian.
“Dari tim di lapangan memang telah menemukan korban. Namun, karena kondisi cuaca dan medan yang ada, sehingga evakuasi belum bisa kita sampai di rumah sakit yang ditunjuk polri sebagai tim DVI (Disaster Victim Identification),” terangnya.
“Prioritas yang kita laksanakan adalah SAR menggunakan sarana udara, namun karena cuaca, pesawat tidak maksimal untuk kita operasikan,” sambungnya.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026 di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Serpihan pesawat lantas ditemukan oleh pendaki dan tim SAR di Gunung Bulusaraung, sehingga pencarian dilakukan di area tersebut.
Artikel Terkait
Pasar Properti Jakarta Masuki Fase Pertumbuhan Berkelanjutan Seiring Pasokan Terbatas Mendorong Permintaan Premium
Polri Imbau Orang Tua Waspada, Anak Rentan Terpapar Rekrutmen Terorisme lewat Game Online hingga Medsos
RUU KUHAP Resmi Disahkan, Ketua DPR Sebut Aturan Baru akan Berlaku Januari 2026
Mahfud MD Sebut Roy Suryo cs Baru Bisa jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik jika Ijazah Jokowi Terbukti Asli
Asal Bukan Tata Cara Ibadah, Begini Kata Komika Arie Kriting soal Candaan Tentang Agama