YOKALBAR - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru-baru ini menyampaikan kekhawatirannya atas dinamika geopolitik di dunia internasional pada 3 bulan terakhir.
SBY mengaku khawatir Perang Dunia ke-3 (PD III) akan terjadi, sembari menuturkan awal mula dirinya mendalami geopolitik dunia sejak puluhan dekade lalu.
"3 tahun ini, saya mengikuti perkembangan dunia. Terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir," kata SBY sebagaimana dikutip dari cuitan akun X pribadinya, @SBYudhoyono, pada Jumat, 23 Januari 2026.
"Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir," imbuhnya.
Potensi Perang Dunia III sebagai Prahara Besar Dalam pernyataannya, SBY mengaku cemas dan khawatir terhadap sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga," ungkap SBY.
Ayah Agus Harimurti Yudhoyono itu menilai, sangat mungkin konflik yang terjadi di dunia akan berujung pada Perang Dunia III.
Terlebih, SBY menyebut pola yang terjadi belakangan sama seperti yang pernah meletus pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II silam.
"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah," terangnya.
"Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini," jelas SBY.
Munculnya Pemimpin Kuat yang Haus Perang SBY turut menyoroti kemunculan para pemimpin-pemimpin kuat di berbagai negara pada situasi saat ini.
Hal tersebut, sebagai salah satu pertanda situasi jelang PD III berdasarkan pandangannya.
"Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan," sebut SBY.
"Pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas," tambahnya.
Artikel Terkait
Pidato Prabowo di WEF 2026: Indonesia Tegas Pilih Perdamaian daripada Kekacauan
Di Davos, Prabowo Tegaskan Pendidikan sebagai Kunci Lepas dari Kemiskinan
Rendahnya Upah Guru Honorer Dinilai Bikin Kinerja Tak Maksimal di Sekolah, Aturan soal Anggaran Kini Jadi Sorotan
Beredar Video Para ASN Aceh yang Berlarian dari Warkop usai Digeruduk Satpol PP Gegara Pergi Nongkrong di Jam Kerja
IFG Perkuat Tata Kelola untuk Mendorong Customer Centricity dan Transformasi Berkelanjutan