Lumpur Lebih lanjut, Pemerintah Pusat juga telah mengerahkan ribuan personel dari berbagai lembaga dan sekolah kedinasan.
Rincian personel yang diturunkan, di antaranya sebanyak 1.132 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 500 mahasiswa dari Politeknik Statistika STIS, 600 taruna dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta sekitar 2.000 personel TNI dan 1.000 personel Polri.
Adapun personel dari program Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) yang melibatkan gabungan taruna Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Universitas Pertahanan (Unhan), Akademi Kepolisian (Akpol), serta Politeknik Siber dan Sandi Negara (SSN), total mencapai 1.788 personel.
“Jadi kekuatan di Tamiang itu mungkin mendekati TNI-Polri-nya hampir 10.000 di sana. Karena memang paling banyak kolam yang terdampak lumpur,” kata Tito.
Pembersihan di Aceh Tamiang difokuskan untuk pemulihan fasilitas pemerintahan, sekolah, pasar, hingga rumah warga.
Artikel Terkait
Syukuran HUT PDIP dan Megawati dengan Sedekah Alam, Bendahara DPC PDIP Banyuwangi: Realisasikan Instruksi Ketum
Batal jadi Petugas Haji 2026, Chiki Fawzi: Jujur Sedih Banget
Viral Pedagang Es Jadul Dituding Pakai Bahan Spons, Kini Polisi yang Tuduh Ngaku Salah dan Niatnya Hanya untuk Edukasi
Dipanggil DPR Buntut Kasus Suami Lawan Penjambret Jadi Tersangka, Kapolresta Sleman Grogi saat Ditanya Isi Pasal KUHP
Momen Oknum Polisi-TNI Peluk dan Cium Tangan Pedagang Es Jadul usai Viral Tuduhan Tak Berdasar di Medsos