Setiap hari ia dan teman-temannya mendapat makanan bergizi dan enak. Setelah makan, ia merasa lebih semangat mengikuti pelajaran dan bisa memperhatikan guru dengan lebih fokus.
Progam ini, menurut Nur, bukan sekadar soal makanan. “Bagi kami di Sigi, apalagi di daerah pelosok seperti tempat tinggal saya, ini tentang perhatian, tentang kepedulian yang benar-benar sampai kepada kami,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan pesannya kepada Presiden. “Untuk Pak Presiden, terima kasih. Terima kasih yang besar kami ucapkan. Dan untuk Bapak, kami semuanya mendoakan Bapak selalu sehat dan bisa memikirkan anak-anak bangsa lainnya,” ucapnya.
Nur menyadari ia mungkin hanya seorang anak dari daerah yang jauh dari pusat kota. Namun ia memiliki mimpi besar. “Dengan adanya makan bergizi gratis, saya merasa lebih kuat untuk belajar dan lebih berani untuk bercita-cita. Saya ingin suatu hari nanti bisa menjadi orang yang membanggakan orangtua saya, berguna bagi daerah saya dan juga bagi Indonesia,” tutupnya.
Artikel Terkait
Menu MBG untuk Anak Sekolah saat Ramadan jadi Sorotan, Warganet: Harus Dikritisi Sampai Benar-benar Bermanfaat
Mirwan Lanteng Siratena Tantang DPRD Sidak SPPG Pengelola MBG, Warganet Soroti Dugaan Konflik Kepentingan
Soal Kasus Telur Rebus MBG yang Masih Berlumur Kotoran Ayam, Bupati Magetan Akui Terima Banyak Laporan
Distribusi Perdana MBG Ramadan Tuai Kritik, Korwil SPPG Sambas Berikan Penjelasan
Kantor SPPG Bekasi Barat Didatangi Sejumlah Orang Tua Siswa, Kompla Menu MBG: Nggak Pernah Bener, Begini Mulu