Telan 18 Korban Jiwa
Budi menuturkan, selain para korban yang ditemukan di lokasi kecelakaan, terdapat 1 penumpang Bus ALS yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Rupit Muratara.
Dengan demikian, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 18 orang.
"18 orang yang meninggal akibat kecelakaan tersebut, tapi yang meninggal di tempat pada saat itu 17 orang termasuk kantong yang berisikan 2 potongan tubuh," beber Budi.
"1 orang korban lagi meninggal dunia, yakni Tahrul warga Tegal, di RSUD Rupit," terangnya.
16 Sampel DNA Korban Diperiksa
Hingga saat ini, Tim DVI Polda Sumsel dikabarkan telah memeriksa seluruh jenazah korban.
Sebanyak 16 sampel DNA korban telah dikirim ke laboratorium Mabes Polri untuk proses identifikasi lanjutan.
Dalam hal itu, Budi memastikan hasil pemeriksaan diperkirakan keluar paling cepat dalam 5 hari dan paling lama 2 pekan.
Berdasarkan hasil identifikasi sementara, ditemukan sebanyak 13 korban laki-laki dewasa, 3 perempuan dewasa, serta 1 korban yang diduga jenazah balita.
Di sisi lain, pihak rumah sakit juga tengah mencocokkan identitas korban karena terdapat temuan aksesori serupa pada 2 jenazah berbeda.
"Dari foto korban laki-laki berdasarkan ante mortem ada yang memakai kalung identik. Namun dari foto yang memakai kalung adalah perempuan," terang Budi.
"Kami tim DVI belum dapat memastikan jenazah tersebut," tandasnya.***
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik, OPEC+ Tambah Kuota Produksi pada Juni 2026
Saat Negara Serius Benahi Daycare, Pelajaran dari Kasus Kekerasan Anak
Di Tengah Krisis Pupuk Global, Prabowo Justru Pangkas Harga 20% untuk Petani
Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi per 4 Mei 2026, Begini Penjelasan Pertamina
10 Universitas Terbaik Indonesia Tahun 2026, Kampus Nasional Makin Kompetitif di Dunia