YOKALBAR - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti insiden kecelakaan yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), pada Rabu, 6 Mei 2026.
Sebelumnya diketahui, kecelakaan maut itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jayo.
Kala itu, Bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Muratara diduga melebar ke jalur lawan dan bertabrakan dengan Truk Tangki BBM yang datang dari arah berlawanan.
Benturan keras memicu kebakaran hebat pada kendaraan tangki sehingga sopir dan penumpangnya tewas di lokasi karena terjebak di dalam kendaraan.
Atas insiden ini, RS Bhayangkara Polda Sumsel sebelumnya telah mengidentifikasi 16 kantong jenazah dari lokasi kejadian pada Kamis, 7 Mei 2026.
Hingga Sabtu, 9 Mei 2026, kini jumlah korban yang meninggal dunia akibat insiden itu bertambah menjadi 18 orang.
Lantas, bagaimana penjelasan pihak kepolisian ihwal proses identifikasi para korban kecelakaan Bus ALS dengan Truk Tangki BBM di Muratara tersebut? Berikut ulasannya.
Dugaan Jenazah Balita
Kepala Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumsel, Kombes Pol. Budi Susanto menjelaskan, penambahan korban tewas dalam insiden ini setelah pihaknya melakukan identifikasi terhadap kantong jenazah.
Kendati demikian, Budi menyebut, salah satu kantong ternyata berisi dua bagian tubuh berbeda setelah diperiksa lebih lanjut.
"Setelah kita lakukan pemeriksaan, kita curigai bahwa ini bukan bagian tubuh dari yang satu lagi. Berbeda," kata Budi dalam keterangannya, pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Budi menyoroti, potongan tubuh tambahan tersebut ditemukan dalam kondisi rusak parah dan berukuran kecil.
Dalam hal ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel menduga, bagian tubuh itu milik seorang anak usia di bawah 5 tahun.
“Kita menduga temuan satu body part tadi diduga anak-anak yang mungkin usianya di bawah lima tahun," jelas Budi.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik, OPEC+ Tambah Kuota Produksi pada Juni 2026
Saat Negara Serius Benahi Daycare, Pelajaran dari Kasus Kekerasan Anak
Di Tengah Krisis Pupuk Global, Prabowo Justru Pangkas Harga 20% untuk Petani
Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi per 4 Mei 2026, Begini Penjelasan Pertamina
10 Universitas Terbaik Indonesia Tahun 2026, Kampus Nasional Makin Kompetitif di Dunia