YOKALBAR - Indonesia Corruption Watch (ICW) turut menyoroti pergantian dan penangkapan eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut ICW yang diwakili oleh Kepala Divisi Hukum dan Investigasi, Wana Alamsyah, pergantian pimpinan BGN karena korupsi bukan suatu solusi yang paling penting,
Meski begitu, ICW tetap memberikan apresiasi dengan langkah yang diambil.
“Apa yang dilakukan Kejaksaan Agung untuk membongkar rasanya penting untuk kita beri apresiasi, tapi hanya mengganti pemain tapi tidak mengganti struktur atau sistem dalam BGN hanya akan menjadi roda setan begitu saja,” ucap Wana dalam siniar yang tayang di YouTube Bambang Widjojanto pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Riset ICW Ungkap Kepemilikan SPPG oleh Kelompok Tertentu
Wana kemudian membeberkan lagi beberapa riset yang pernah dilakukan oleh ICW terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada 6 Januari 2025 lalu.
Riset yang dilakukan oleh ICW pun sudah dilakukan pada 2025 seiring pelaksanaan MBG.
“Pada 2025, kami mencoba untuk melakukan investigasi terkait dengan kepemilikan atau afiliasi SPPG. Pada saat itu, kami melakukan penelusuran terhadap 102 yayasan yang kemudian hasilnya menarik,” kata Wana.
“Pertama, dari 102 yayasan yang kami pantau, 28 yayasan di antaranya itu terafiliasi, patut diduga dengan partai politik,” lanjutnya.
ICW melakukan investigasi dengan menyusut siapa saja orang di balik kepemilikan yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk distribusi MBG.
Menurutnya, tanpa ada proses penunjukkan SPPG yang dilakukan secara proper, MBG hanya akan menjadi keuntungan yang diambil ketika program berjalan oleh yayasan terkait.
Selain itu, temuan lain adalah sekitar 12 yayasan terafiliasi dengan birokrat pemerintah dengan 6 di antaranya terafiliasi dengan militer,1 yayasan dengan polisi, dan 1 lainnya dengan jaksa.
“Kami ingin menggambarkan bahwa kepemilikan SPPG itu menjadi ruang bagi elite atau kelompok-kelompok tertentu yang ingin mendulang rente (keuntungan) begitu,” jelasnya.
Dugaan Kejahatan Terstruktur dan Sistematis
Artikel Terkait
Tak Hanya Dugaan Malpraktek Operasi Jantung, RSUD AWS Samarinda Juga Pernah Dilaporkan Lalai Infus Bayi 3 Bulan
Viral Staf Ahli Bupati Pandeglang Dilantik meski Jadi Tersangka Kasus Tabrak Siswa SD hingga Meninggal Dunia
Beredar Video Diduga Prihantini Klarifikasi dan Minta Maaf, Akui Catut Nama Teman Sendiri di Riset
Cornelis Apresiasi Optimisme Target Lifting Migas, Dorong Kontribusi Maksimal bagi Penerimaan Negara
Ketua Umum Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional