Kronologis Insiden yang Dialami Qatar Airways dan Singapore Airlines

photo author
Turnado, YoKalbar
- Senin, 27 Mei 2024 | 10:33 WIB
Kondisi pesawat Singapore Airlines penerbangan SG321 setelah pendaratan darurat di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, pada 21 Mei 2024.
Kondisi pesawat Singapore Airlines penerbangan SG321 setelah pendaratan darurat di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, pada 21 Mei 2024.

Yokalbar – Sebuah pesawat Qatar Airways yang terbang dari Doha ke Irlandia mengalami turbulensi hebat, melukai 12 orang pada Minggu (26/5/2024). Meskipun demikian, otoritas melaporkan bahwa pesawat berhasil mendarat dengan selamat dan tiba sesuai jadwal.

Penerbangan QR017 dengan pesawat Boeing 787 Dreamliner mendarat sebelum pukul 1 siang waktu Dublin (1200 GMT).

"Setelah mendarat, pesawat langsung disambut oleh layanan darurat, termasuk Polisi Bandara dan departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kami, karena 6 penumpang dan 6 awak (total 12) melaporkan cedera setelah pesawat mengalami turbulensi saat mengudara di atas Turki," demikian laporan dari Reuters.

Baca Juga: Viral! Pegi Tak Mengaku Bunuh Vina hingga 3 Wisatawan Terseret Ombak di Yogyakarta

Insiden ini merupakan yang kedua dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya Singapore Airlines mengalami turbulensi pada 21 Mei lalu.

Pada kejadian nahas tersebut, penerbangan SQ321 dilaporkan menyebabkan satu orang tewas dan puluhan lainnya terluka, yang kemudian mendapatkan perawatan di Bangkok, tempat pesawat mendarat darurat.

Mengapa Turbulensi Bisa Terjadi?
Menurut otoritas cuaca Amerika Serikat (AS), weather.gov, turbulensi didefinisikan sebagai gerakan tidak beraturan dari sebuah pesawat dalam penerbangan, terutama bila ditandai dengan gerakan naik-turun cepat. Hal ini disebabkan oleh variasi kecepatan angin di atmosfer.

Berikut adalah penyebab utama terjadinya turbulensi:

Arus Konvektif
Arus konvektif, atau yang biasa dikenal sebagai arus termal, disebabkan oleh pemanasan permukaan yang tidak merata pada siang hari. Arus ini menyebabkan kantong udara naik dan mempengaruhi pesawat di ketinggian rendah.

Turbulensi jenis ini paling sering terjadi selama bulan-bulan musim semi dan musim panas.

Hambatan Aliran Angin (Turbulensi Mekanis)
Gerakan pusaran turbulen di dekat tanah dapat disebabkan oleh adanya penghalang seperti pohon, bangunan, atau gunung.

Hambatan aliran angin ini berhubungan langsung dengan kecepatan angin dan kekasaran penghalang tersebut.

Geser Angin (Wind Shear)
Wind shear menimbulkan turbulensi antara dua arus angin yang kecepatan dan/atau arahnya berbeda.

Hal ini umumnya ditemukan di sekitar aliran jet, tetapi bisa terjadi pada ketinggian berapa pun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X