Yokalbar - Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) baru-baru ini memperkenalkan beberapa anjing robotik canggihnya, yang dirancang untuk mendukung operasi pengintaian dan tempur dalam latihan militer bersama dengan Kamboja.
Mengutip laporan dari Janes pada 28 Mei 2024, latihan yang dikenal sebagai 'Golden Dragon' ini berlangsung dari pertengahan hingga akhir Mei.
Menurut laporan dari China Central Television (CCTV) pada 25 Mei, 'Golden Dragon' adalah latihan militer tahunan yang dimulai pada tahun 2016 antara PLA dan Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF).
Baca Juga: Kronologis Insiden yang Dialami Qatar Airways dan Singapore Airlines
Anjing robotik ini memiliki berat 15 kg dengan daya tahan operasional selama dua hingga empat jam, dilengkapi dengan sistem sensor sudut lebar 4D. Robot ini mampu mengirimkan rekaman pengintaian secara real-time ke pos komando, menurut CCTV.
Baterai dan sistem daya terletak di perut robot ini. Robot tersebut dapat bergerak maju dan mundur, berbaring, serta melompat.
Selain itu, anjing robotik ini mampu merencanakan rute secara mandiri, menghindari rintangan, dan mendekati target selama operasi berlangsung, sebagaimana dilaporkan oleh CCTV.
Menurut laporan Global Times pada 26 Mei 2024, PLA juga mendemonstrasikan kemampuan anjing robotik yang lebih kecil ini dalam lingkungan perkotaan yang disimulasikan. Robot ini dikendalikan dari jarak jauh untuk melakukan pengintaian di jalan-jalan dan mengirimkan data mengenai rintangan di jalurnya.
Anjing robotik dengan berat 50 kg ini, selain untuk pengintaian, juga dapat digunakan untuk menyerang target, menurut CCTV.
Global Times juga menambahkan bahwa dalam latihan tersebut, PLA menunjukkan bagaimana anjing robotik yang lebih besar ini dapat mendukung berbagai jenis operasi tempur.
Keunggulan anjing robotik ini bukan hanya pada kemampuan teknologinya, tetapi juga pada fleksibilitas dan adaptabilitasnya dalam berbagai situasi tempur. Dengan teknologi canggih seperti ini, PLA menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi militer yang futuristik dan efektif.
Dalam latihan 'Golden Dragon', anjing robotik ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pengintaian yang canggih, tetapi juga sebagai komponen penting dalam strategi tempur modern. Ini membuktikan bahwa militer China terus berinovasi dan mengintegrasikan teknologi mutakhir dalam upaya meningkatkan kekuatan dan kemampuan tempurnya.
Seiring perkembangan teknologi militer yang semakin pesat, anjing robotik ini mungkin akan menjadi pemandangan yang lebih umum di medan perang masa depan. Mereka menawarkan kombinasi unik antara kemampuan tempur dan kecerdasan buatan, yang dapat memberikan keunggulan taktis yang signifikan.
Dengan demonstrasi ini, PLA dan RCAF tidak hanya memperkuat kerja sama militer mereka, tetapi juga mengirim pesan kuat mengenai kemampuan teknologi militer modern yang dimiliki China. Anjing robotik ini hanyalah salah satu contoh dari bagaimana teknologi dapat mengubah dinamika operasi militer di abad ke-21.
Bagi kita yang awam, mungkin sulit membayangkan betapa canggihnya teknologi yang diterapkan dalam anjing robotik ini. Namun, dengan terus berkembangnya inovasi seperti ini, masa depan militer dunia tampaknya akan semakin dipenuhi oleh kehadiran robot-robot yang siap beraksi di garis depan.
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia
Prabowo Ingin Eksekusi Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa Efisien tanpa Kebocoran
Prabowo Bertekad Ringankan UKT Perguruan Tinggi Negeri: Kita Harus Hitung
Prabowo: Demokrasi Akan Lebih Kuat Sekarang dengan Media Sosial
Kronologis Insiden yang Dialami Qatar Airways dan Singapore Airlines