Banjir pun jadi hal biasa. Sejak 1990-an, banjir besar sering terjadi di Jakarta dan musim hujan 2007 membawa kerusakan dengan 70% wilayah terendam.
NASA juga mengunggah gambar landsat yang menunjukkan evolusi Jakarta dalam tiga dekade terakhir.
Pembabatan hutan dan vegetasi lain dengan permukaan kedap air di daerah pedalaman sepanjang sungai Ciliwung dan Cisadane telah mengurangi jumlah air yang dapat diserap.
Baca Juga: Prabowo Sambut Gagasan Khofifah: Ponpes di Jatim Didik 1.000 Anak dari Gaza
Hal ini menyebabkan limpahan serta banjir bandang. Populasi wilayah Jakarta lebih dari dua kali lipat antara 1990 dan 2020, membuat lebih banyak orang yang tinggal di dataran banjir dengan risiko tinggi.
Celakanya, banyak saluran sungai dan kanal yang menyempit atau tersumbat oleh sedimen dan sampah, sehingga sangat rentan terhadap luapan.
Salah satu gambar yang menunjukkan wilayah pada tahun 1990, lahan buatan dan pembangunannya baru menyebar ke perairan dangkal Teluk Jakarta. Salah satu analis data menunjukkan orang membangun setidaknya 1.185 hektar lahan baru di sepanjang pantai.
Artikel Terkait
Seperti Film Fiksi-Ilmiah, China Pamerkan Inovasi Militer dengan Robot Anjing untuk Keperluan Perang
Menggiurkan, Korvet Ada Class Mahakarya Turki Pas Gantikan Kelas Parchim Angkatan Laut Indonesia
Pantas Indonesia Diancam Sanksi, Rusia Akui Radar Irbis-E pada Su-35 Jadi Momok Menakutkan
Erdogan Marah, Kutuk Netanyahu Akan Bernasib Sama seperti Hitler
China Hukum Mati Pejabat Korupsi Rp2,4 Triliun