Benteng Kota Batu Mempawah, Saksi Kegigihan Masyarakat Mempawah Hadapi Belanda

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Selasa, 16 Januari 2024 | 18:48 WIB
Bangunan Benteng Kota Batu di Mempawah Timur. Foto: Doc. Istimewa (IST. )
Bangunan Benteng Kota Batu di Mempawah Timur. Foto: Doc. Istimewa (IST. )

 

YOKALBAR, MEMPAWAH - Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, menjadi saksi bisu dari kejayaan dan perlawanan kerajaan Mempawah terhadap penjajahan Belanda melalui Bangunan Benteng Kota Batu.


Berdiri megah di Desa Pulau Pedalaman, benteng ini menjadi cagar budaya yang menyimpan kisah panjang sejarah perlawanan dan keberanian rakyat Mempawah.

Baca Juga: Banjir di Jalan Raya Sungai Pinyuh - Anjungan Bikin Kendaraan Mogok

Baca Juga: Hasil Pertandingan Indonesia vs Irak: Analisis Mendalam Laga Piala Asia 2023


Sejarah Singkat Dibangunnya Benteng Kota Batu
Pada masa pemerintahan Gusti Jamiril dengan gelar penembahan adijaya kesuma jaya, kerajaan Mempawah selalu berhadapan dengan Belanda.

Karena upaya perlawanan Gusti Jamiril, Belanda mengarahkan pasukannya di Pontianak untuk menyerang Mempawah.

Dalam menghadapi ancaman ini, Gusti Jamiril memutuskan untuk meninggalkan Mempawah, memindahkan pusat pemerintahannya ke Sungai (Karangan), dan memberikan kesempatan Belanda mengangkat Syarif Kasim sebagai Raja Mempawah.

Baca Juga: Kepala SMKN 2 Singkawang Tanggapi Dugaan Kasus Korupsi Dana BOS yang Menyeret Mantan Kepsek


Benteng Kota Batu dibangun oleh Belanda untuk melindungi diri dan kelompok mereka dari serangan Jepang serta masyarakat setempat.

Dengan ukuran sekitar 50x40 meter persegi, benteng ini dilengkapi dengan lubang-lubang strategis tempat senjata laras panjang ditempatkan.

Lubang-lubang ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat senjata, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelabui musuh dengan cara menyembunyikan senjata dan lubang dari pandangan luar.

Baca Juga: Nekat Satroni Rumah Warga di Kubu Raya, Maling Berusia Remaja Diringkus Polisi

Uniknya, benteng ini tidak terbuat dari semen, batu, atau bata, melainkan dari pasir pantai dengan beberapa cangkang kerang yang terdapat ketika bongkahan benteng ini dibelah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X