Melaksanakan kegiatan pemulihan ekonomi masyarakat yang selaras dengan program pemulihan ekonomi nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Meningkatkan kelayakan sarana prasarana usaha mikro, kecil dan menengah sehingga pertumbuhan ekonomi di kota singkawang tetap terjaga.
Pemerintah Kota Singkawang merencanakan distribusi sasaran kegiatan dari pinjaman PEN ini adalah untuk urusan bidang pekerjaan umum sebesar Rp150 milyar berupa pembangunan prasarana jalan dan sumber daya air dan urusan bidang pendidikan berupa pembangunan sarana dan prasarana pendidikan sebesar Rp50 milyar.
Untuk mendapatkan pinjaman dana PEN daerah, Pemerintah Kota Singkawang menyiapkan persyaratan dan ketentuan, yaitu Merupakan daerah yang terdampak covid-19, Memiliki program dan/atau kegiatan pemulihan ekonomi daerah yang mendukung program PEN, Jumlah sisa pinjaman ditambah jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75% dari jumlah penerimaan umum apbd sebelumnya, Memenuhi nilai rasio kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman daerah paling sedikit sebesar 2,5.
Dari total Rp 200 Milliar dana yang diusulkan, direncankan akan dialokasikan pada Bidang Pekerjaan Umum Dinas PUPR serta Bidang Pendidikan. Pada Bidang Pekerjaan Umum terdapat 21 Pembangunan Prasarana Jalan, 10 Pembangunan Prasarana Sumber Daya Air, dan 6 Prasarana Pendidikan.
Adapun daftar jalan yang akan menjadi sasaran perbaikan dari dana PEN antara lain Jalan H. Bakar, Jalan Durian, Jalan Pangmilang SP1-SP2, Jalan Demang Akub, Jalan Sanggau Kulor, Jalan Mantoman, Jalan Trisula, Jalan Sejahtera Sedau, Jalan Malindo, Jalan Hamid Matali, Jalan BLKI, Jalan Bhineka Bakti, Jalan Terminal Induk, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Pulau Natuna, Jalan Raya Sebakuan, Jalan Latsitarda, Jalan Revolusi (Jalan Baru), Jalan Veteran, Jalan K.S Tubun dan Jalan Yunus Yacob.
Untuk di bidang pendidikan meliputi pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang akan dialokasikan untuk Revitalisasi gedung SDN 23, Meubelair SD se Kota Singkawang, revitalisasi gedung SMPN 4, Meubelair SMP se Kota Singkawang, media pembelajaran berbasis TI untuk SD se Kota Singkawang dan media pembelajaran TI untuk SMP se Kota Singkawang.
Sementara itu, Anggota DPRD Singkawang, Muhammadin angkat bicara mengenai pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilakukan Pemkot Singkawang.
“Saat ini dana PEN menjadi perbincangan secara publik dan media masa. Saya yang diamanahkan oleh masyarakat di DPRD Kota Singkawang dari Dapil Timur-Utara menyampaikan, sebagai perpanjangan tangan dari partai dan amanah rakyat yang saya wakili Dapil Singkawang Timur-Utara,” kata Muhammadin.
Ia sangat memberikan apresiasi yang besar kepada pemerintah daerah yaitu Wali Kota Singkawang yang cepat, sigap dan pantas dalam mengambil langkah khususnya pembangunan di sekitaran Kota Singkawang.
“Karena dengan adanya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk daerah tanpa ‘bunga’ ini, kita bisa bayangkan di masa pandemi Covid-19 apa yang bisa dilakukan dalam pembangunan infrastruktur kalau melihat sumber APBD yang sudah terpakai untuk menangani Covid-19,” ujarnya.
Bukan tidak dimungkinkan Kota Singkawang akan mati suri/tidak akan ada pembangunan yang berskala besar, terutama pembangunan infrastruktur.
“Seandainya kalau kita sebagai kepala daerah belum tentu bisa berfikir dan merespon cepat peluang yang di programkan pemerintah pusat, karena anggaran APBD yang sangat kecil, dipotong lagi anggaran Covid-19 yang sangat besar puluhan sampai ratusan milyar,” ungkapnya.
Dalam sistem kebijakan, katanya, Wali Kota Singkawang sudah sangat bijaksana dan cerdas dalam mengambil langkah ‘Pasang Badan’ untuk mengatasi pembangunan dimasa pandemi Covid-19.
“Ini berkaitan juga seperti program-program Padat Karya akan banyak dampak dari pembangunan, secara tidak langsung akan meningkatkan PAD dari sumber penghasilan penjualan prodak yang terjual di masyarakat untuk infrastruktur itu,” jelasnya
Artikel Terkait
Mau Belanja di Gerakan Pangan Murah, Ini Syaratnya
Prabowo Selalu Suarakan Antikorupsi, Peneliti: Kesungguhan Lanjutkan Legasi Sang Kakek dan Ayah
Shin Tae Yong : Punya Target Tetap Latih Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
Pengendalian Inflasi, Salah Satu Faktor Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah