Puluhan Ruas Jalan Pedesaan di Singkawang Mulus Saat Tjhai Chui Mie Menjabat Walikota Singkawang

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Kamis, 31 Oktober 2024 | 22:35 WIB
Tjhai Chui Mie  Meninjau Lokasi Akses Utama Jalan Bandara (yokalbar)
Tjhai Chui Mie Meninjau Lokasi Akses Utama Jalan Bandara (yokalbar)

Dan kebijakan ini bukan diluar program konstitusi, tapi ini adalah program bersama antara pusat dan daerah, belum lagi pendapatan masyarakat sebagai buruh pekerja.

“Sehingga dari sinilah Pudemental Ekonomi bisa bertahan dan terjaga serta bisa berjalan sesuai harapan dimasa Pandemi Covid-19,” tuturnya.

Diketahui, katanya, bahwa hampir semua Kabupaten/Kota telah mengajukan program PEN se-Indonesia, tapi hanya Singkawang yang disetujui se-Kalimantan, diluar dari Pulau Jawa.

“Dalam Pandangan Akhir fraksi pada hari Kamis, saya mewakili Fraksi Gabungan KSAP sebagai juru bicara pandangan fraksi menyampaikan ucapan terima kasih dari warga secara tegas dan gamblang, terlebih lagi warga masyarakat pinggiran yang saat ini merasakan kebagian pemerataan pembangunan infrastruktur yang merasa diperhatikan secara adil,” ujarnya.

Contoh lainnya, untuk Singkawang Utara dalam kurun 40 tahun bahkan lebih, masyarakat selama ini banyak menginginkan pembangunan infrastruktur jalan yang baik dan layak bisa cepat terbangun.

“Pertanyaannya, apakah bisa dibangun dalam satu tahun anggaran? Itu pasti kita bermimpi di siang hari. Yang sudah terlewati 40 tahun saja tidak bisa terselesaikan dengan anggaran APBD,” pungkasnya.

Dan sekarang, lanjutnya, dengan adanya dana PEN ini bisa diselesaikan dalam jangka waktu 6 bulan.

“Mungkin tidak bisa terbayangkan sampai disini.

Dan inilah salah satu prestasi dari seorang Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie dalam pembangunan sekitaran Kota Singkawang,” ungkapnya.

Jadi dalam hal ini, masyarakat Singkawang sudah sepantasnya bersyukur dan berterima kasih atas kebijakan Wali Kota Singkawang.

Karena manfaatnya cukup banyak, baik dalam segi efesiensi dan waktu, diantaranya, pertama, Jalan H Bakar Kelurahan Semelagi Kecil, Kecamatan Singkawang Utara.

“Masyarakat yang dulu dari Semelagi Hulu ke Hilir, lebih memilih memutar jalan ke Jalan Semai Sungai Garam, karena mencari jalan yang bagus untuk membawa hasil panen atau keluarga ke arah Sambas. Namun saat ini, apabila sudah selesai pembangunannya, maka masyarakat tidaklah perlu jauh-jauh untuk memutar menghabiskan waktu dengan waktu 30 sampai 40 menit,

“cukup 5-10 menit sampai dari Hulu ke Hilir,” jelasnya.

Belum lagi jalan-jalan lain di sekitaran Singkawang Timur, kemudian daerah Mantoman yang belum pernah tersentuh, Yunus Yokub, Demang Akub, Hamit Matali di Utara, Malindo, Jalan Sosial, Jalan Baru Kelurahan Sedau dan banyak lagi tersebar dilima kecamatan.

“Yang saya sampaikan itu jika dilihat dari segi padat karyanya dan pertahanan ekonomi serta PAD. Ini semua sangat berdampak pada ekonomi, sosial, pendidikan dan kinerja tentunya, dan uang yang beredar dari pembelian bahan bangunan dengan para pedagang di Kota Singkawang, belum lagi masyarakat yang sebahagian bekerja,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X