Berdasarkan pengakuan salah satu orang tua, Eka mengatakan, yakni adanya pesan grup WhatsApp yang mengajak si anak untuk bertemu dengan istilah 'kopi darat' yang selanjutnya melakukan hubungan intim sesama jenis.
"Kami ketika menerima laporan ini sangat terkejut, karena komunitas LGBT terbentuk dikalangan anak-anak di Kota Pontianak," ucap Eka.
Diterangkan Eka, atas temuan kasus praktek seks menyimpang ini, pihaknya telah memberikan pendampingan secara psikologi secara langsung untuk anak yang terlibat tersebut.
"Hingga kini kami masih melakukan pendampingan dan bekerjasama dengan guru bimbingan konseling (BK) di sekolah tersebut," terang Eka.
Eka menyatakan pula, bahwa setelah dilakukan pendampingan 10 anak tersebut dikabarkan telah kembali normal. Namun ini diketahui hanya di saat di depan guru ataupun orang tua mereka, sedangkan saat diluar belum diketahui seperti apa.
"Kami terus memantau 10 siswa ini, dengan harapan masa depan mereka tidak terganggu dan tidak trauma" kata Eka
Eka menambahkan, kasus serupa melalui aplikasi Walla pernah terungkap di tahun 2023, di mana kasus ini naik sampai ke tahap penyidikan kepolisian dan sampai ke persidangan. Di mana yang menjadi pelaku adalah pria dewasa dan korban adalah anak di bawah umur.
Artikel Terkait
Pelantikan Walikota Wakil Walikota Singkawang
RS Abdul Aziz Singkawang Bakal Bangun Area Parkir Khusus
Pertama Kali Dalam Sejarah, 961 Kepala Daerah Berbaris Rapi untuk Dilantik Serentak oleh Prabowo
Imbauan Prabowo ke 961 Pimpinan Daerah: Saudara Harus Berjuang Perbaiki Hidup Rakyat!
Sanksi Menanti Kepala Sekolah yang Main-main Dengan PIP, Kadisdikbud Kalbar Telah Keluarkan Himbauan Tegas