Polresta Pontianak Evaluasi Perilaku Pengendara

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Selasa, 15 April 2025 | 17:51 WIB
Sejumlah Pengendara Melintasi Jembatan Kembar Pontianak  (YOKALBAR )
Sejumlah Pengendara Melintasi Jembatan Kembar Pontianak (YOKALBAR )

 

YOKALBAR PONTIANAK- Sejumlah kemacetan yang terjadi sepanjang Idul Fitri 2025, khususnya di wilayah Kecamatan Pontianak Timur maupun Utara yang berdampak pada padatnya kendaraan di jembatan Kapuas 1 maupun Simpang Garuda Kota Pontianak langsung dievaluasi oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi mengatakan, jika hanya kepadatan arus lalulintas yang terjadi di saat arus mudik maupun arus balik Idul Fitri itu merupakan hal yang biasa. Namun ada penyebab yang menjadikan kemacetan itu kerap kali terjadi.

Kombes Pol Adhe menyatakan, sejumlah kemacetan ataupun kepadatan arus lalulintas yang kerap kali terjadi tersebut yakni di Jembatan Kapuas 1, Simpang Tanjung Raya II dan I, Jalan Panglima AIM di Kecamatan Pontianak Timur, Simpang Garuda Pontianak, Jalan imam Bonjol di Kecamatan Pontianak Selatan.

Baca Juga: Hari Pertama Pasca Libur Idulfitri, Imigrasi Melayani Hampir 10.000 Pemohon Paspor di Seluruh Indonesia

Baca Juga: KEREN! Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Terbaik Dunia

"Pelayanan arus lalulintas sudah kami berikan secara maksimal, namun memang, kami temukan ada perilaku pengendara yang tidak tertib," jelas Kombes Pol Adhe, Selasa 8 April 2025.

Lanjut Adhe, bahkan di saat kemacetan terjadi, ada beberapa pengendara masih nekat menerobos traffic light dan itu terjadi di depan petugas kepolisian Yanga edang berjaga atau bertugas di lapangan.

"Ini sering terjadi di simpang Garuda Pontianak maupun simpang Tanjung Raya II dan I," kata Adhe.

Menurut Adhe, perilaku pengendara seperti itu merupakan penyebab utama terjadinya kemacetan ataupun kepadatan kendaraan.

"Mereka yang tidak sabar saat di traffic light maupun saat diatur oleh petugas, akhirnya mereka menerobos. Ditambah lagi sesama pengendara yang tidak mau mengalah, akhirnya terjadi perempatan dan sejumlah simpang jalan terkunci," ungkap Adhe.

"Perilaku pengendara kita yang harus dievaluasi, yakni sadar untuk tertib berlalu lintas mengikuti aturan serta arahan petugas di lapangan," sambung Adhe.

Dikatakan Adhe, kepadatan kendaraan tidak dapat dielakkan, khususnya di jam-jaman sibuk terutama di saat jam masyarakat pulang beraktivitas atau kerja. Namun kedapatan itu dapat diurai dan berlangsung tidak lama.

Selain itu Adhe juga menambahkan, adapun perilaku pengendara yang buruk yang masih ditemui saat ini yakni tidak menggunakan helm, di mana ini terjadi di Kecamatan Pontianak Timur dan Utara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X