Gubernur Ria Norsan Optimis Kalbar Mampu Dukung Kemandirian Pangan Nasional

photo author
Sulandra, YoKalbar
- Rabu, 30 April 2025 | 13:00 WIB

YOKALBAR, SINGKAWANG – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa kegiatan Tanam Padi Serentak di 14 provinsi, termasuk Kalbar, merupakan upaya nyata untuk mendukung program prioritas nasional Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, terutama dalam hal kemandirian pangan, yang dipusatkan di lahan Milik Poktan Hidup Baru Jalan Raya Singkawang-Bengkayang, Kelurahan Pajintan, Singkawang Timur, Rabu (23/4/2025).

“Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara, sekaligus mendorong kemandirian bangsa dalam sektor pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru,” ujar Ria Norsan saat menghadiri kegiatan tanam padi serentak di Kota Singkawang.

Menurutnya, pada tahun 2025, pemerintah pusat dan daerah telah membangun sinergi bersama TNI dan Polri dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan nasional. Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan indeks pertanaman serta memanfaatkan lahan tidur atau lahan yang belum dioptimalkan di setiap desa dan kelurahan.

Baca Juga: Halal Bihalal IKA STM Transisi, STMN 2, SMKN 4 Pontianak, Dukung Sinergi Positif Bersama Pemerintah

“Kami mendorong pendampingan kepada masyarakat agar lahan-lahan tidur bisa diolah secara produktif,” kata Norsan.

Dalam rangka memperkuat produksi padi, Pemerintah Provinsi Kalbar telah menyalurkan sejumlah bantuan, seperti benih padi hibrida dan inbrida, optimalisasi lahan, serta bantuan padi gogo dan reguler, yang semuanya bertujuan untuk mendukung kemandirian pangan.

“Meski Indonesia merupakan negara agraris, kita masih mengimpor beras dari Thailand dan Vietnam. Ini fakta yang harus kita hadapi. Namun dengan program Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, kita optimis Indonesia bisa mandiri pangan pada 2026,” tegasnya.

Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Usulkan Percepatan Pembangunan dan Pengangkatan PPPK Kepada Komisi II DPR RI

Dirinya mengapresiasi keterlibatan TNI-Polri serta masyarakat dalam kegiatan tersebut, dan berharap para petani semakin giat dalam menyukseskan program nasional tersebut.

Presiden Prabowo Subianto, melalui sambungan konferensi video (Zoom), menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi teknologi pertanian modern dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Indonesia. Beliau menyoroti penggunaan teknologi drone sebagai inovasi revolusioner dalam penanaman padi.

"Penerapan teknologi drone memungkinkan penebaran benih hingga 25 hektare dalam satu hari. Ini merupakan sebuah lompatan signifikan dalam modernisasi pertanian kita," ungkap Presiden Prabowo.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Bangga Bank Kalbar Raih Predikat Bintang 5 dalam TOP BUMD Awards 2025

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia mampu mewujudkan Revolusi Hijau jilid kedua, melanjutkan kesuksesan Revolusi Hijau yang dipelopori Presiden Soeharto. Beliau meyakini, dengan adopsi teknologi modern, Indonesia berpeluang besar menjadi lumbung pangan dunia.

"Kami sangat optimis, dengan pemanfaatan teknologi modern, Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia. Terutama dengan mengoptimalkan lahan-lahan yang sebelumnya kurang produktif," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sulandra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X