YOKALBAR -Sebuah fakta mengejutkan didapat calon jemaah umroh asal Kabupaten Sambas yang terlantar di Bekasi dan Jakarta selama dua pekan.
Fakta ini adalah bantahan dari biro perjalanan umroh, jika mereka tidak memiliki cabang di Sambas ataupun pegawai yang bernama Erna. Hal ini didapat ketika para calon jemaah umroh mengklarifikasi ke biro perjalanan PT Rihlah Sofa Amah.
Sebab Erna disebut-sebut sebagai manajer marketing ketika para calon jemaah umroh ini mengurus administrasi keberangkatan maupun pembayaran. Fakta ini seperti yang diberitakan oleh kompastv dalam tayangan youtubenya.
Sebanyak 36 calon jemaah umroh asal Kabupaten Sambas dan sekitarnya diduga kuat menjadi korban penipuan. 36 calon jemaah umroh ini terlantar di Bekasi.
Awalnya 36 calon jemaah umroh ini dijanjikan akan diberangkatkan pada 10 Maret ke Tanah Suci, namun apa daya dua pekan telah berlalu mereka kini terdampar di Bekasi jauh dari tanah kelahiran di Sambas dan masih sangat jauh dari tanah suci.
Calon jemaah umroh ini dikabarkan telah membayar biaya keberangkatan mulai dari Rp 34 juta hingga Rp 38 juta.
Pembayaran dilakukan kepada seseorang yang mengaku sebagai manajer marketing Biro Perjalanan Umroh PT Rihlah Sofa Amah, yang disebut-sebut bernama Erna dan berasal dari Pemangkat Sambas.
Artikel Terkait
Jemaah Umroh Asal Sambas Diduga Diterlantar Selama 2 Pekan di Bekasi Jakarta, Warganet Marah Besar
Penjual Lelong di Sambas dan Singkawang Gundah, Antara Isi Perut atau Ditertibkan Petugas
Sebuah Akun Facebook Bantah Telantarkan Jamaah Umrah Asal Sambas di Bekasi, Ancam Polisikan yang Memviralkan
Warga Singkawang Resahkan Knalpot Brong yang Ganggu Ibadah Hingga Curhat ke Polisi
Bayar Rp 34 hingga 38 Juta, 36 Calon Jemaah Umroh Sambas Malah Terlantar di Bekasi, Berikut Kronologinya