YOKALBAR - Penjual lelong di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat sedang gundah gulana, pasalnya pemerintah sedang fokus memberantas barang pakaian dan sepatu bekas yang berasal dari luar negeri.
Jika seperti ini, mereka khawatir dengan kelangsungan lahan mereka mencari nafkah.
“Tidak semuanya itu ‘partai’ besar, banyak yang sekadar jualan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata Jo, bukan nama sebenarnya.
"Banyak macam alasan ndak boleh jualan lelong, tapi kamek pun ade alasan isi perut supaye tetap harus jualan," kata Jo
Baca Juga: Miris, Aplikasi Si Hebat Singkawang yang Tak Lagi Hebat
Baca Juga: Jemaah Umro Asal Sambas Terlantar Selama 2 Pekan di Bekasi Jakarta, Warganet Marah Besar
Baca Juga: Berhasil Ungkap Kasus Pencurian, Joker Tangkap Pemuda Asal Pontianak
Jo adalah penjual lelong, lelong adalah bahasa melayu ‘slang’ terhadap bentuk thrifting. jual beli barang bekas yang biasanya dalam bentuk pakaian, tas dan sepatu atau pernak pernik bekas lainnya.
Jo mengkhususkan dirinya dalam menjual produk sepatu, di rak jualannya aneka merk luar negeri mulai dari nike, adidas, puma dan lainnya berjejeran menanti pembeli.
“Sekarang hanya habiskan stok saja, memang biasanya setiap mau lebaran atau mau tahun baru, barang akan sulit masuk, tetapi ini sudah ditambah dengan instruksi Presiden segala macam, alamat gulung tikar nih,” kata Jo
"Tapi sampai sekarang belum ada razia, cuman ya kitanya jadi was-was," katanya
Sementara itu, salah satu distributor lelong mengaku khawatir dan lebih memilih tiarap.
Baca Juga: Polisi Periksa Importir Ribuan Bal Lelong
Baca Juga: Inilah 8 Nama Neraka Yang Wajib Anda Ketahui, Siapa Saja Penghuninya
Artikel Terkait
Bulan Ramadhan Merupakan Gudang Pahala, Berikut Amalannya
Ratusan Bal Sepatu Lelong Ditangkap Bea Cukai
Tank Amfibi Vietnam Selamatkan Warga Terseret Arus Banjir
Polisi Periksa Importir Ribuan Bal Lelong
Gubernur Kalbar Sutarmidji Imbau ASN Bijak Bermedsos "Kalau Tidak Penting, Tidak Di Publish,"