kalbar

BPBD Jelaskan Mekanisme Penggunaan Helikopter Water Bombing, Tidak Bisa Sembarangan Digunakan, Berikut SOP-nya

Sabtu, 31 Agustus 2024 | 14:22 WIB
Helikopter Perkuat Antisipasi Karhutla di Kalbar (yokalbar)

YOKALBAR PONTIANAK -- Kalbar mendapatkan perbantuan Helikopter untuk Water Bombing guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel menjelaskan bagaimana mekanisme operasional Helikopter Water Bombing.

Dalam hal ini, Satgas Udara Penanganan Bencana Asap akibat Karhutla ketika melakukan patroli udara, kalau titik hotspot ditemui di areal konsensi perusahaan.

Maka hanya bisa dilakukan patroli disekitar itu, tetapi tidak bisa melakukan water bombing.

Baca Juga: Jelang Plant Outage Mean Inspection di PLTU Bengkayang Unit 2, PLN UBP Singkawang Bersama UBH Area 3.1 Singkawang Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Baca Juga: Pj Wako Pontianak Beri Peringatan Keras Kepada Para Pemain Layangan Jika Bahayakan Penerbangan

Kenapa demikian, karena kalau Satgas Udara yang melaksanakan waterbombing ini, dan melakukan pemadaman di areal konsensi ini maka menyalahi SOP mereka.

“Karena perusahaan ini seharusnya sudah memiliki SDM dan peralatan yang mempuni utnuk melakukan pemadaman sebdiri,”ujar Daniel.

Ini adalah suatu resiko yang harus diantisipasi , maka dari itu BPBD Kalbar mendorong kepada pihak perusahaan atau kepada instansi pembina untuk bagaimana mendorong perusahaan ini betul-betul menjaga lahan konsesi, agar tidak terbakar dan menimbulkan asap yang berdampak bagi masyarakat.

Selain itu, perusahaan juga harus mempunyai peralatan pemadam api yang lengkap, dan SDM yang mempuni. Sebagai langkah antisipasi lainnya.

“Kita mendorong kepada seluruh satgas darat di kabupaten kota , untuk melakukan patroli di area lahan gambut yang berpotensi bencana. Bukan di area konsesi perusahaan,” tegasnya

Sejauh ini, masih ditemukan titik hotspot di beberapa kabupaten di Bengkayang , Ketapang, tetapi kata Daniel harus dilakukan groundcek apakah hotspot itu adalah api atau bukan.

Kalau itu api, maka dilakukan proses pemadaman, dan apabila masih bisa dijangkau Satgas Darat maka dilakukan pemadaman lewat darat.

“Kalau sudah tak bisa dijangkau satgas darat , karena persoalan air dan geografis. Maka di dorong untuk water bombing,”ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini