Bocah Disabilitas Diduga Pelaku Pembacokan, Seorang PNS Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kubu Raya

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Selasa, 20 Mei 2025 | 21:52 WIB
caption: ilustrasi tahanan bunuh diri di Maluku. (istimewa)
caption: ilustrasi tahanan bunuh diri di Maluku. (istimewa)

 

YOKALBAR KUBU RAYA- Kamis, dini hari 8 Mei 2025 menjadi malam petaka bagi Diah Rindani (38) seorang PNS yang mengemban sebagai tenaga pendidik. Iya ditemukan tewas dalam keadaan bersimbah darah di dalam rumahnya sendiri di Komplek BTN Teluk Mulus, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Diah diduga menjadi korban perampokan oleh bocah berusia 16 tahun yang merupakan tetangganya sendiri, dikabarkan merupakan penyandang disabilitas yakni bisu serta tuli.

Teriakan terakhir Diah dari dalam kamar pertama kali didengar oleh sang ayah, Solikin (61) seorang purnawirawan Polri.

Baca Juga: Pesan Gubernur Norsan kepada ASN: Pensiun Bukan Akhir, Tetap Produktif dan Berkarya

Baca Juga: US Miliar Melayang, Asuransi Asia Hadapi Keterbatasan Pembayaran Klaim di Tengah Kerugian Ekonomi 2024

Solikin dengan cepat ke kamar anaknya. Namun sayang. Kedatangan Solikin terlambat. Diah yang merupakan anaknya sudah dalam keadaan bersimbah darah dengan luka akibat tusukan senjata tajam.

Tak hanya itu, Solikin juga melihat bocah berusia 16 tahun sedang berada di kamar anaknya.

Setelah melihat kondisi anaknya yang begitu tragis. Solikin sempat mencoba melawan bocah peka dan tuli tersebt. Namun, Solikin justru ikut terluka karena diserang balik.

Adapun saksi lainnya yang berada di rumah itu, yakni Tri Handayani. Kendati tidak mengalami luka. Namun menyaksikan kejadian tragis tersebut.

Gemuruh keributan di rumah korban pun, mengundang kedatangan warga. Warga langsung mengamankan bocah tersebut. Bocah yang kerap dipanggil Obama tersebut diikat. Sedangkan Diah korban yang sudah dalam keadaan sekarat langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kartika Husana.

Diah tak terselamatkan akibat luka tusukan dari bocah bengis tersebut. Ia menghembuskan nafas terakhir saat dalam perawatan.


“Katanya sih pelaku mau merampok, pelaku itu biasa dipanggil OB atau Obama sama warga sini,” ucap salah satu warga.

Saat dikonfirmasi, Kasubsi Penmas Humas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan kejadian tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X