Yokalbar - Radar Irbis E yang dipasang pada jet tempur Su-35 Rusia dikenal sebagai salah satu komponen yang paling mumpuni dan menakutkan.
Radar ini terbukti sukses dalam konflik Ukraina-Rusia, mampu menembak jatuh beberapa target udara Ukraina.
Dikutip dari Eurasian Times pada 29 Februari 2024, radar Irbis E memainkan peranan penting dalam misi superioritas udara.
Baca Juga: Menggiurkan, Korvet Ada Class Mahakarya Turki Pas Gantikan Kelas Parchim Angkatan Laut Indonesia
Meskipun masih menggunakan teknologi Pasif Electronically Scanned Array (PESA), radar ini dapat memberikan peringatan dini kepada pilot Su-35 saat berada dalam ancaman atau sedang berburu di udara.
Tak heran jika Rusia masih mempertahankan radar Irbis E di jet tempur andalannya.
Kemampuan radar ini untuk beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca menambah kecanggihannya.
Pengembangan radar Irbis E dimulai pada tahun 2004 dan diuji coba pada Su-30M2 Rusia. Radar ini memiliki kemampuan untuk melakukan peperangan elektronika, termasuk antisipasi terhadap peperangan elektronika.
Menurut laman Military Watch Magazine pada 1 Maret 2021, radar Irbis E dikembangkan oleh VV Tikhomirov Research Institute of Instrument Production Rusia sebagai radar multi peran dengan menggunakan gelombang X.
Radar ini dirancang khusus untuk Su-35 guna memaksimalkan peran superioritas udara, serta mendeteksi target di darat dan permukaan.
Radar Irbis E menggunakan teknologi Passive Phased Antenna Array (PPAA) yang dipasang pada unit penggerak elektro-hidraulik dua langkah, memungkinkan antena radar berputar secara mekanis hingga 60 derajat dalam azimuth dan 120 derajat dalam roll.
Antena radar ini juga dapat memindai menggunakan sinar yang dikontrol secara elektronik dalam azimuth dan sudut elevasi hingga lebih dari 60 derajat, dengan sudut defleksi maksimum mencapai 120 derajat.
Kecanggihan radar Irbis E melebihi radar BARS yang digunakan oleh Su-27 dan Su-30. Radar Irbis E memiliki jangkauan deteksi terpanjang, mampu mendeteksi target dengan luas penampang radar sebesar tiga meter persegi pada jarak 350-400 km.
Terhadap target siluman dengan luas penampang radar sebesar 0,01 meter persegi, radar ini bisa mendeteksi pada jarak 90 km, memungkinkan pendeteksian jet tempur siluman seperti F-35 dan F-22.
Radar Irbis E juga dapat berbagi data target melalui tautan data dengan alutsista kawan, meningkatkan kesadaran situasional untuk unit penuh.
Artikel Terkait
Prabowo Bertekad Ringankan UKT Perguruan Tinggi Negeri: Kita Harus Hitung
Prabowo: Demokrasi Akan Lebih Kuat Sekarang dengan Media Sosial
Kronologis Insiden yang Dialami Qatar Airways dan Singapore Airlines
Seperti Film Fiksi-Ilmiah, China Pamerkan Inovasi Militer dengan Robot Anjing untuk Keperluan Perang
Menggiurkan, Korvet Ada Class Mahakarya Turki Pas Gantikan Kelas Parchim Angkatan Laut Indonesia