Dalam mode Track While Scan, radar ini dapat menangani 30 target secara bersamaan dan memberikan panduan untuk penembakan dua rudal berpemandu belakang semi-aktif seperti R-27 secara bersamaan.
Jika menggunakan rudal dengan panduan radar aktif seperti R-77 atau R-37M, radar Irbis E bisa memandu hingga delapan rudal secara bersamaan.
Kemampuan luar biasa ini menjadikan radar Irbis E sebagai momok yang menakutkan dalam pertempuran udara, dan menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia diancam sanksi oleh AS jika membeli Su-35, karena radar ini dapat mendeteksi jet tempur siluman.
Artikel Terkait
Prabowo Bertekad Ringankan UKT Perguruan Tinggi Negeri: Kita Harus Hitung
Prabowo: Demokrasi Akan Lebih Kuat Sekarang dengan Media Sosial
Kronologis Insiden yang Dialami Qatar Airways dan Singapore Airlines
Seperti Film Fiksi-Ilmiah, China Pamerkan Inovasi Militer dengan Robot Anjing untuk Keperluan Perang
Menggiurkan, Korvet Ada Class Mahakarya Turki Pas Gantikan Kelas Parchim Angkatan Laut Indonesia