YOKALBAR -- Calon Jemaah Umroh asal Kabupaten Sambas yang menjadi dugaan korban penipuan hingga terdampar di Bekasi Timur akhirnya angkat suara.
Selain memanfaatkan kanal media sosial, mereka juga memberikan statemen kepada media massa yang datang meliput.
Salah satu perwakilan calon jemaah umroh ini mengaku telah berulangkali diberikan janji manis keberangkatan, tapi apa daya itu tidak ada yang terealisasi.
Baca Juga: Miris, Aplikasi Si Hebat Singkawang yang Tak Lagi Hebat
Baca Juga: Penjual Lelong di Sambas dan Singkawang Gundah, Antara Isi Perut atau Ditertibkan Petugas
Kini dia telah mantap ingin pulang dan meminta uangnya dikembalikan, jika opsi kekeluargaan ini tidak berhasil, maka opsi lapor polisi guna mendapat kepastian hukum akan ditempuh.
Sebanyak 36 calon jemaah umroh asal Kabupaten Sambas dan sekitarnya diduga kuat menjadi korban penipuan. 36 calon jemaah umroh ini terlantar di Bekasi.
Awalnya 36 calon jemaah umroh ini dijanjikan akan diberangkatkan pada 10 Maret ke Tanah Suci, namun apa daya dua pekan telah berlalu mereka kini terdampar di Bekasi jauh dari tanah kelahiran di Sambas dan masih sangat jauh dari tanah suci.
Calon jemaah umroh ini dikabarkan telah membayar biaya keberangkatan mulai dari Rp 34 juta hingga Rp 38 juta.
Artikel Terkait
Sebuah Akun Facebook Bantah Telantarkan Jamaah Umrah Asal Sambas di Bekasi, Ancam Polisikan yang Memviralkan
Warga Singkawang Resahkan Knalpot Brong yang Ganggu Ibadah Hingga Curhat ke Polisi
Bayar Rp 34 hingga 38 Juta, 36 Calon Jemaah Umroh Sambas Malah Terlantar di Bekasi, Berikut Kronologinya
Calon Jemaah Umroh asal Sambas Di Duga Ditipu, Biro Perjalanan Umroh Bantah Punya Cabang di Sambas
Rocky Gerung: Mereka yang Menerima Timnas Israel Layak Diduga Jadi Pengkhianat Konstitusi