YOKALBAR - Perjuangan dalam pemerataan pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah terpencil masih menghadapi tantangan besar. Salah satunya pada akses dan dan fasilitas.
Terekam dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @najib_nadir pada Sabtu, 28 Februari 2026, ia menunjukkan perjalanan saat akan mengajar ke Kelas Jauh SDN Inpres 3 Terpencil Bainaa di Dusun Pasoang, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Video itu memperlihatkan sejumlah guru yang melewati berbagai medan menantang untuk dilalui.
Tidak Ada Akses Jembatan dan Listrik
Pemilik akun mengungkapkan bahwa untuk bisa sampai ke lokasi sekolah, mereka harus turun menyeberangi sungai dengan berjalan kaki.
“Setiap 3 hari, berangkat ke sekolah diantar suaminya. Walaupun gagal seleksi PPPK PW, beliau tetap memilih mengajar di sekolah seterpencil ini,” ucapnya saat menceritakan salah satu guru dalam rombongan.
“Setidaknya perlu menyeberangi 6 sungai untuk sampai ke sekolah,” imbuhnya.
Kawasan tersebut juga belum memiliki akses listrik yang memadai untuk penerangan.
“Di sini tidak ada listrik, apalagi jaringan,” tambahnya.
Jalan Kaki 7 Kilometer hingga Mendaki Bukit
Tak hanya akses jembatan yang masih minim, perjalanan ke sekolah hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki karena medannya yang cukup menantang.
“Full jalan kaki sejauh 7 kilometer, butuh 2 sampai 3 jam perjalanan,” ucapnya.
“Jalurnya cukup berat, melewati 6 sungai dan selain sungai, ada puluhan tanjakan yang perlu dilewati,” lanjutnya.
Berharap Ada Perhatian dari Pemerintah
Artikel Terkait
Viral Dugaan Pelecehan di KRL Jakarta Kota-Bogor, Korban Sebut Pelaku Terang-terangan Akui Perbuatannya
Diduga Halusinasi, Pria di Palangka Raya Bikin Geger Warga usai Mengamuk dalam Kondisi Tanpa Busana
Aksi Demo Kejati Gorontalo Didesak Usut Tuntas Kasus yang Diduga Melibatkan Keluarga Bupati Bone Bolango
HMI Bojonegoro Desak Keterbukaan PT ADS, Lapor KI dan Ombudsman
Soal Kasus Pembunuhan di Pantai Nipah Lombok, Hotman Paris Desak IDI Periksa Dokter dalam BAP Tersangka Radiet