Cadangan beras pemerintah telah melampaui 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Angka ini menjadi bantalan strategis untuk menjamin ketersediaan pangan nasional dalam berbagai skenario tekanan, baik akibat gangguan iklim maupun gejolak rantai pasokan global.
Capaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan produksi yang konsisten, termasuk program pompanisasi, perluasan areal tanam, serta penguatan penyerapan gabah oleh Bulog.
Dengan cadangan sebesar ini, Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga pangan domestik, tetapi juga memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan negara-negara lain yang tengah menghadapi tekanan akibat krisis pupuk dan anomali cuaca.
“Inilah bukti nyata dari ketepatan visi dan keberanian Presiden Prabowo dalam mengambil keputusan strategis demi kepentingan petani nasional,” tegas Mentan Amran.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
Melalui kebijakan yang terukur dan respons yang cepat, petani Indonesia diharapkan tetap mampu berproduksi dan menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional.
Artikel Terkait
TASPEN Gerak Cepat Serahkan Santunan Rp283 Juta bagi Ahli Waris Guru Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Baru 15 Menit Masuk Gedung, Pekerja Retail di Apartemen Mediterania Jakbar Beberkan Awal Mula Insiden Kebakaran
Kebakaran Landa Apartemen di Tanjung Duren Jakbar, Kepulan Asap Menebal hingga Banyak Penghuni Diduga Masih Terjebak
Harga Minyak Naik, OPEC+ Tambah Kuota Produksi pada Juni 2026
Saat Negara Serius Benahi Daycare, Pelajaran dari Kasus Kekerasan Anak