Sambil menunggu hasil kajian teknis, berbagai opsi optimalisasi ruang alternatif dibuka agar aktivitas komunitas dan pelaku kreatif tetap berjalan.
REKA Bogor menekankan bahwa langkah menuju jejaring Kota Kreatif UNESCO membutuhkan konsistensi kebijakan, keberlanjutan program, serta dukungan lintas sektor.
Tidak hanya pada aspek festival dan event, tetapi juga pada tata kelola, kebijakan publik, keberpihakan anggaran, dan integrasi kreativitas dalam perencanaan pembangunan kota.
Audiensi ini menghasilkan komitmen bersama untuk mempercepat konsolidasi ekosistem, memperkuat narasi kreatif Kota Bogor, serta menyiapkan tahapan strategis menuju pengajuan Bogor sebagai Kota Kreatif UNESCO.
Pemerintah Kota dan REKA Bogor sepakat bahwa kolaborasi yang solid menjadi kunci utama agar kreativitas tidak hanya tumbuh sebagai gerakan komunitas, tetapi menjadi arsitektur pembangunan kota secara menyeluruh.
Artikel Terkait
Diduga Halusinasi, Pria di Palangka Raya Bikin Geger Warga usai Mengamuk dalam Kondisi Tanpa Busana
Aksi Demo Kejati Gorontalo Didesak Usut Tuntas Kasus yang Diduga Melibatkan Keluarga Bupati Bone Bolango
HMI Bojonegoro Desak Keterbukaan PT ADS, Lapor KI dan Ombudsman
Soal Kasus Pembunuhan di Pantai Nipah Lombok, Hotman Paris Desak IDI Periksa Dokter dalam BAP Tersangka Radiet
Perjuangan Mengajar di SDN Inpres 3 Terpencil Bainaa Sulteng, Harus Jalan Kaki 7 Km dengan Medan Menantang